Mengenal berbagai metode yang beragam
Supaya siswa mencapai kompetensi dalam bidang yang berbeda dalam konteks „dunia kerja nyata“, haruslah dipilih metode belajar mengajar yang cocok. Tentu saja setiap pembelajar lebih menyukai metode tertentu, tetapi yang perlu digarisbawahai disini adalah, bahwa metode belajar mengajar yang efektif adalah metode yang berbeda dan beranekaragam.
Keadaan yang paling baik adalah jika setiap pembelajar mengenal dan menguasai semua metode yang ada supaya pembelajar bisa mengidentifikasikan metode yang paling cocok untuk setiap jenis kompetensi. Dengan kata lain pembelajar harus mengetahui kelebihan dan kekurangan dari setiap metode pembelajaran.
Kebutuhan baru para pembelajar
Tidak semua bisa diwujudkan dalam praktek, jika pembelajar hanya menggunakan metode ceramah/ presentasi di depan kelas secara tradisional. Adalah sangat penting bahwa pembelajar harus bisa membantu pelajar untuk mengembangkan kompetensi dasar, misalnya kemampuan berprakarsa dan bekerja dalam kelompok, berkomunikasi, membuat keputusan dan memecahkan masalah.
Contoh praktis (dari Perusahaan Jerman: SIEMENS)
Kebanyakan perusahaan di Jerman telah memiliki sendiri metode yang khas untuk memastikan calon-calon tenaga kerjanya memenuhi syarat kualifikasi. Siemens bisa dijadikan contoh bagaimana mengitegrasikan profil-profil kompetensi ke dalam rencana pembelajarannya. Siemens membagi kompetensi untuk bertindak dalam pekerjaan kedalam empat bidang, yaitu:
- Kompetensi Spesifik
Kompetensi spesifik adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengenal hubungan antar dan lintas mata pelajaran, meralisasikan kreativitas khusus dan tugas secara mandiri. Definisi ini mengandung konsep yang penting dan inovatif, yaitu bahwa kepentingan pelanggan harus cocok dengan kepentingan pelatihan seseorang.
- Kompetensi Individual
Yang dimaksud komptensi individual adalah kemampuan untuk menciptakan kesan yang bisa dipercayai dan meyakinkan melalui pikiran dan kreatifitas yang mandiri. Perlu digarisbawahi, bahwa kreatifitas adalah salah satu kualifikasi kunci yang sangat penting, misalnya untuk diterapkan pada pemecahan masalah.
- Kompetensi Sosial
Kemampuan sosial antara lain adalah kemapuan untuk mencapai persetujuan dengan orang lain dan menjadi bagian dari satu tim, mengembangkan kemahiran untuk berdialog untuk mencapai target melalui pekerjaan, dan kemampuan menjadi moderator dalam kegiatan kelompok. Teamwork dan kemampuan berdialog menjadi prioritas bagi semua organisasi moderen.
- Kompetensi Metodologis
Kompetensi ini meliputi kemapuan untuk menganalisis dan mengenal struktur kegiatan, mencari informasi secara mandiri, memilih dan menerapkan informasi yang dibutuhkan untuk satu keadaan kerja, menangani beranekaragam metode untuk bekerja dan analisis, semuanya berdasarkan target yang diberikan dari luar atau disusun sendiri. Dalam konteks ini, belajar mandiri adalah hal yang sangat penting, karena merupakan prisnip dasar untuk menstimulasi atau mecapai kompetensi metodologis.
Perubahan dalam pengertian komptensi
|
Faktor Komptensi |
Pengertian Lama |
Pengertian Baru |
| Tanggungjawab | Berdasarkan perilaku, misalnya upaya dan disiplin | Berbasis memprakarsai |
| Keahlian | Berhubungan dengan pengalaman | Kognitif dan memecahkan masalah |
| Saling ketergantungan | Urutan, hierarkis | Menurut sistem: kerja kelompok |
| Pendidikan dan pelatihan | Dicapai sekali untuk seterusnya | Berkelanjutan |
| Belajar | Pasif, dilatih | Tanggungjawab untuk belajar secara mandiri, belajar sepanjang hayat |
_________________________
Referensi:
Tippelt, Rudolf dan Amoros, Antonio (2003), Pendidikan Kejuruan Berbasis Komptensi, Kumpulan Materi Seminar: Pembelajaran bagi Para Pembelajar, Terjemahan oleh Wenny Schmidt, Mannheim-Jerman: Internationalle Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) gGmbH.
Komentar Terakhir