Oleh: sumadiklaten | 3 Maret 2009

KARIR: Bagimana membinanya?

Sering kita mendengar orang merasa tidak enjoy dengan pekerjaannya atau ada pula orang yang sering sekali berpindah-pindah tempat kerja.  Bisa jadi alasan utamanya adalah karena ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi, atau ingin mendapatkan suasana kerja yang kondusif atau karena dia merasa pekerjaannya tidak sesuai, misalnya dengan harapan atau pendidikannya.

Apa yang dimaksud dengan pekerjaan yang sesuai? Pekerjaan yang sesuai adalah pekerjaan dimana seseorang merasa minat dan harapannya pada suatu pekerjaan tercapai dan pekerjaan itu membuatnya puas. Pekerjaaan yang sesuai berarti juga pekerjaan yang cocok dengan keterampilan seseorang, melindungi dan memungkinnya untuk berhasil. Semakin sesuai pekerjaan dengan harapan seserorang, maka semakin puaslah orang tersebut. Semakin sesuai seseorang dengan persyaratan kerjanya, maka ia semakin besar kemungkinan ia akan berhasil.

Sering berpindah tempat kerja mengakibatkan seseorang tidak bisa membina karirnya secara bertahap dan berkelanjutan dengan baik, karena setiap memasuki tempat kerja baru, dia harus merintis kembali karirnya dari awal. Berikut beberapa Tips untuk memilih pekerjaan yang sesuai dan membina karir yang berkelanjutan.

1.      Temukan bidang pekerjaan dambaan anda, bisakah anda memenuhi persyaratannya?

Jika anda sudah menemukan satu pekerjaan dambaan anda dan sadar/mengetahui kemampuan keterampilan anda, mulailah untuk merintis ke sana.  Saat ini yang anda butuhkan adalah informasi sebanyak mungkin tentang bidang pekerjaan tersebut. Selain itu, berdasarkan informasi tentang pekerjaan tersebut anda harus mampu untuk menguasainya. Pilih sekolah kejuruan/kursus yang sesuai dan mulailah untuk mempelajari dan berlatih semua seluk beluk bidang pekerjaan tersebut.

2.      Berapa banyak bidang pekerjaan yang anda temukan?

Adalah sangat tidak mungkin pekerjaan dambaan anda hanya dalam satu bidang saja! Dengan kata lain, seringkali diperoleh sederet daftar bidang pekerjaan yang anda dambakan.  Demikian pula dengan kemampuan/keterampilan anda: tentu anda bisa menggunakannya untuk bukan hanya satu bidang pekerjaan saja. Pikirkan sekali lagi, mengapa anda ingin mempelajari suatu bidang kejuruan tertentu.  Mungkin anda akan menemukan bidang pekerjaan lain yang dapat membuat anda puas.

3.      Dimana anda bisa memperoleh informasi?

Untuk mempersiapkan karir anda, anda harus mendapatkan banyak informasi tentang pekerjaan yang anda pilih. Adalah sangat merugikan jika anda salah memilih bidang pekerjaan.  Setelah anda mememulai sekolah/pelatihan/kursus kemudian di tengah proses anda harus menghentikannya, karena anda merasa bidang ini tidak sesuai. Pastikan anda memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

·         dimana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pekerjaan?

·         jika saya dalam keraguan, dimana saya bisa menemukan kepastian informasi?

·         dimana saya mendapatkan informasi sekolah/kursus yang menawarkan pelatihan yang saya perlukan?

·         berapa lama saya harus menempuh pelatihan di sekoah/kursus?

·         bagaimana cara mempersiapkan ujian sertifikasi bidang pekerjaan itu?

·         kapan pelaksanaan ujian yang paling dini yang mungkin saya ikuti?

·         bagaimana saya bisa melanjutkan pendidikan/pelatihan setelah palatihan ini atau setelah saya bekerja kelak?

4.      Prospek apa yang dimiliki bidang pekerjaan itu?

Pertanyaan ini tidak boleh anda lalaikan, hal ini penting juga untuk anda ketahui:

·         apakah setelah mengikuti pendidikan/pelatihan, saya akan dapat memeproleh tempat kerja?

·         bagaimana dengan kesempatan kerja: dapatkah saya tetap bekerja, mengembangkan diri, dan membangun karir?

·         jika karena suatu alasan anda tidak mau atau tidak bisa bekerja pada bidang itu lagi, apakah keterampilan dan pengetahuan yang  telah saya peroleh sekolah/pelatihan/ kursus dapat digunakan untuk bidang pekerjaan lain?

Dari kesemua uraian di atas, yang terpenting adalah anda menyukai pekerjaan itu dan bersikap/berpikir positif. Hanya degan kesukacitaan terhadap pekerjaan, anda akan berhasil mencapai kesuksesan. Semoga!

 

 

Referensi:

1.      Bundesagentur für Arbeit, 2008, Fragen zur Ausbildung: Wo gibt es Informationen?, www.arbeitsagentur.de

2.      IHK Magdeburg, 2008, Schule und was dann, Berufswahl: Wie gehen Sie Vor?, Magdebur: Weka info verlag gmbH.

 

Pada tahun 1999, di Jerman terdapat 2,1 juta perusahaan, lebih dari separuhnya melaksanakan diklat internal di perusahaan.  Dari total perusahaan tersebut 23,3% atau hampir seperempatnya melaksanakan dikat.  Pada kenyataannya keikutsertaan dalam diklat kejuruan berkorelasi positif dengan ukuran perusahaan.  Berikut tabulasi jumlah perusahaan berdasarkan ukurannya dan prosentase perusahaan yang melaksanakan diklat kejuruan:

Jumlah karyawan

Jumlah perusahaan

Penyelenggara diklat (%)

1 – 9 orang

1.350.000

16,5

10 – 49 orang

225.000

46,9

50 – 49 orang

62.000

70,1

Lebih dari 500 orang

4.000

93,3

Sumber: Federal Employment Service (1999)

Terdapat banyak alasan mengapa dunia usaha dan industri (harus) berpatisipasi dalam penyelenggaraan diklat kejuruan.  Bundesinstitut für Bebrufsbildung (BIBB), lembaga federal Jerman untuk pendidikan kejuruan pada tahun 2000 melaporkan alasan-alasan tersebut:

Pertama, persuhaan menyelengarakan diklat adalah karena dengan diklat, karyawan bisa dikembangkan langsung pada lini kebutuhan perusahaan.  Data ini menyebutkan 94% dari perusahaan yang menawarkan pelatihan, pengetahuan/keterampilan ditransfer melalui sutu proses yang berorientasi praktis. Aplikasi langsung dapat diperoleh hanya dalam situasi nyata di perusahaan. Secara khusus, diklat di perusahaan dapat dikembangkan keterampilan sosial dan karakteristik pribadi yang dibutuhkan untuk sukses bekerja di sebuah perusahaan.

Kedua, 90% perusahaan tidak menemukan tenaga terampil dengan budaya kerja dan keterampilan yang dikehendaki di pasar kerja. Perusahaan-perusahaan ini melaporkan mengalami kesulitan untuk menemukan personal yang yang dibutuhkan melalui rekruitmen dari pasar kerja.

Ketiga, dari data terdapat 80% perusahaan dapat mencegah fluktuasi karyawan melalui penyelenggaraan diklat, karena karyawan mengembangkan ikatan dengan perusahaan mereka selama masa pelatihan.

Keempat, perusahaan berkesempatan untuk memilih peserta diklat terbaik sebagai karyawan perusahaan. Dari total perusahaan penyelenggara diklat, 74% memilih karyawan ari para peserta pelatihan terbaik.

Kelima, untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan keputusan. Menurut 70% perusahaan,  memilih karyawan dari peserta pelatihan dapat mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan, hal ini sangat mungkin terjadi bila rekrutmen dilakukan dari luar.

Keenam, 58% perusahaan menyatakan dengan menyelenggarakan pelatihan di dalam, perusahaan dapat mengurangi biaya pembinaan karyawan baru.

Ketujuh, 57% perusahaan dapat meningkatkan reputasinya melalui penyelenggaran diklat di perusahaan.

Kedelapan,  42% perusahaan menyatakan dengan diklat, peserta dapat berkembang menjadi karyawan yang produktif.

Kesembilan, 35% perusahaan menyatakan dapat mengurangi biaya rekruitmen karyawan dengan melaksanakan diklat di perusahaan.

Sudah semestinya suatu proses harus memberikan keuntungan kepada para pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk proses pendidikan/pelatihan. Melalui pendidikan sistem ganda, selain dapat memberikan kemanfaatan bagi industri, ternyata ada juga manfaat yang dirasakan oleh peserta diklat. Institut für Jugendforschung, sebuah lembaga penelitian untuk masalah-masalah kepemudaan melaporakan lima pernyataan anak muda peserta diklat sebagai berikut:

1.      Saya menmperoleh pendidikan yang menarik dan bervariasi

2.      Pendidikannya praktis dan saya menerima pelajaran dengan teknik yang moderen

3.      Sambil belajar saya mendapat penghasilan

4.      Dengan belajar saya dapat menambah wawasan mengenai suatu bidang kerja tertentu

5.      Dengan sertifikat pelatihan saya memiliki kesempat pengembangan lebih lanjut dan kemudian dapat masuk ke perusahaan.

 

Referensi :

1.      Bundesagentur für Arbeit,  Beschaftigungsstatistik 1999,  www.arbeitsagentur.de

2.      Budesinstitut für Berufsbildung, 2000, Reasons Why Companies Offer Training, dalam Kumpulan Materi Pelatihan ILT.

3.      Indutrie- und Handelkammer, 2008, Schule und was dann, Berufswahl: Wie gehen Sie Vor?, Magdebur: Weka info verlag gmbH.

4.      Inwent, 2006, Ausbildungssystem in Deutschland, dalam Kumpulan Materi Pelatihan ILT.

 

Kemampuan kejuruan yang berkualifikasi tinggi adalah kebutuhan hakiki untuk kinerja pertumbuhan ekonomi moderen. Oleh karena itu diperlukan perubahan teknis dan ekonomis terhadap dunia pendidikan kejuruan. Secara teknis pendidikan kejuruan  harus  diarahkan kepada pembentukan calon-calon tenaga kerja yang siap berkembang, adaptif, mampu bekerja dalam tim dan sekaligus juga siap bekerja secara mandiri. Pendidikan kejuruan harus berorientasi ekonomis dan produktif. Pendidikan kejuruan memang memerlukan biaya besar, tetapi harus diupayakan agar tidak semua biaya yang dikeluarkan menjadi hilang semuanya (total loss).

Apa yang diharapkan para manajer profesional terhadap para siswa SMK? Tabel berikut ini menguraikan kebutuhan para manajer profesional terhadap calon-calon tenaga kerja dari sekolah kejuruan:

No

Sektor Perdagangan

Sektor Teknik Industri

1.

Kemampuan dasar berbahasa lisan maupun tulisan

Kesiapan belajar dan kinerja

2.

Kemampuan dasar berhitung sederhana

Kemampuan dasar berhitung sederhana

3.

Kesiapan belajar dan kinerja

Kemampuan dasar berbahasa lisan maupun tulisan

4.

Kemampuan beradaptasi, adopsi, kesadaran akan kualitas dan bertanggungjawab

Kemampuan beradaptasi, adopsi, kesadaran akan kualitas dan bertanggungjawab

5.

Kesiapan untuk bekerjasama dan kekuatan tim kerja

Kesiapan untuk bekerjasama dan kekuatan tim kerja

6.

Kemandirian, inisiativ dan kreativitas

Kesabaran, ketekunan, ketahanan

7.

Berorientasi pada pelanggan dan pelayanan

Kemandirian, inisiativ dan kreativitas

8.

Kesabaran, ketekunan, ketahanan

Kempuan mengelola konflik, menerima kritik dan mawasdiri

Sumber: Wirtschaft und Untericht dalam Gemainsamm Handeln (2007)

Kualifikasi kunci pemberdayaan sumberdaya manusian (SDM) adalah:

1.      Kompetensi kejuruan, kemapuan sesuai bidang pekerjaannya.

2.      Kompetensi sosial, kemampuan bertindak yang sesuai untuk suatu kejadian

3.      Kompetensi media, kemampuan memilih, merencanakan dan menerapkan strategi penyelesaian  yang bermakna/bermanfaat

4.      Kompetensi personal, kepribadian yang kuat khususnya yang berhubungan dengan sikap kerja.

Tugas berat ini tentu saja tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.  Sekolah sebagai pendidik calon tenaga kerja dan perusahaan/dunia usaha/industri sebagai pengguna tenaga kerja harus bekerjasama bahu membahu untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kerkinerja tinggi. Untuk itulah pendidikan sistem ganda diperlukan.

Dalam sistem ganda, kombinasi antara belajar dan bekerja merupakan basis dari pembelajaran kejuruan. Sistem ini mempertemukan pembelajaran teori dan praktik dan memadukan pengetahuan terstruktur dengan keterampilan aktif dalam suatu konteks yang sesuai.  Dua tempat pembelajaran yang berbeda, sekolah dan perusahaan, berinteraksi dalam peran yang berbeda, tetapi tugas mereka tidak terpisah secara absolut. Sekolah tidak semata-mata membelajarkan teori, sedangkan pelatihan di perusahaan mencakup lebih dari sekedar praktik.

Pendidikan teknik kejuruan dalam sistem ganda didasarkan pada konsep bidang pekerjaan.  Biang pekerjaan memerlukan pelatihan formal yang berorientasi pada kelompok kualifikasi yang khas pada pekerjaan yang relevan.  Spesialisasi dibutuhkan sebagai pelengkap dari kebutuhan kualifikasi dasar untuk setiap bidang pekerjaan, tetapi harus selaras dengan konteksnya. Pendidikan kejuruan harus mempersiapkan seseorang untuk setelah tamat berada pada tempat pekerjaan tertentu, siap kerja dan siap untuk terus  belajar serta berkembang lebih lanjut. Dengan kata lain pendidikan kejuruan harus menjadi jembatan untuk pelatihan lebih lanjut. Oleh karena itu dua komponen penting dalam pendidikan kejuruan adalah membangkitkan keinginan belajar dan memandu perkembangan kepribadian. Untuk bekerja dalam masyarakat berpendidikan, seseorang harus mampu merencanakan, melaksanakan dan memeriksa hasil pekerjaannya secara independen.

Tujuan utama sistem ganda adalah untuk meningkatkan keterserapan tenaga kerja pada suatu tempat kerja yang senantiasa berubah, karena dunia kerja ditopang oleh dua hal: teknologi yang senantiasa berkembang dan sumberdaya manusia yang bekerja di dalamnya. Orientasi pendidikan kejuruan harus diarahkan pada tujuan tersebut. Kualifikasi tambahan pada diklat reguler dapat mendorong tercapainya tujuan ini dan memandunya menuju pelatihan lanjutan. Pemerintah, perusahaan dan perwakilan pekerja secara tripartid harus merancang dan mengatur pelatihan formal yang dibutuhkan suatu bidang pekerjaan, mengatur pelaksanaan ujian kompetensi dan pelatihan lanjutan.

 

 

Referensi :

Anonim, 2008, The Dual System of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Germany,Handout Pelatihan, Mannheim: Inwent.

Anonim, 2008, Bildung- und Ausbildungssystem, Handout Pelatihan, Mannheim: Inwent

Meier, B., Mohring, G., Ruhland, R., Schneider, B., dan Wolframm, J., 2007, Gemeinsam Handeln, Troisdorf: Bildungsverlags EINS.

 

 

 

 

 

SISTEM GANDA PADA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEJURUAN DI JERMAN

 Sumadi, S.Pd., M.Si

Tujuan tulisan ini adalah untuk menginformasikan karakteristik struktur dan elemen-elemen kunci utama dari Sistem Ganda.  Dengan demikian diharapkan dapat menjadi titik mula (Starting Point) diskusi yang menarik mengenai sistem ini, modifikasinya  dan bentuk-bentuk lain dari pendidikan dan pelatihan kejuruan.

Sistem Pendidikan Jerman

Sistem Pendidikan Jerman dideskripsikan seperti pada gambar di bawah ini.  Gambar tersebut menjelaskan system pendidikan di Jerman yang terdiri atas sektor-sektor Primer, Sekunder dan Tersier.  Pada masing-masing sektor terdapat tipe-tipe sekolah.

struktur-pdk-jerman

Sumber : Abraham, Bildungs- und Ausbildungssystem

Hubungan antara kelompok umur degan jenjang pendidikan menunjukkan waktu yang tepat bagi peserta didik untuk memasuki jenjang yang relevan. Variasi luasan blok pada masing-masing tipe sekolah tidak menggambarkan banyaknya populasi peserta didik pada tipe sekolah tersebut.

Anak-anak wajib masuk sekolah secara full time mulai umur enam tahun, periode ini berlangsung sampai anak berumur sembilan tahun (di beberapa negara bagian sampai sepuluh tahun).  Setelah menyelesaikan periode ini, anak muda tidak harus masuk sekolah secara full time, tetapi bisa juga masuk sekolah part time (sekolah kejuruan) selama tiga tahun. Secara sederhananya, anak-anak di Jerman harus sekolah mulai umur 6 hingga 18 tahun.

Setelah empat tahun di sekolah dasar (Grundschule), anak dapat memasuki jenjang pendidikan sekunder yang terdiri atas Hauptschule, Realschule, Gymnasium, dan Gesamtschule. Dari sini kemudian siswa melanjutkan ke Berufsschule, Berufsfachschule, atau Gymnasium tergantung pada kemampuan akademisnya.

Sistem Ganda

Sistem Ganda  sebagai suatu bentuk yang dominan pada Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Jerman telah dikenal luas di dunia.  Sistem ini sudah secara tradional sejak 700 tahun yang lalu dan berakar pada permulaan abad pertengahan.  Seiring perjalalan waktu,  sistem ini telah berkembang secara mantap dan membawa perubahan pada masyarakat, ekonomi, dan teknologi tanpa kehilangan identitas sebagai suatu bentuk pelatihan yang paling sesuai dengan ekonomi dan pasar kerja. Kemapuannya untuk mengadopsi perubahan situasi merupakan alasan utama kesuksesan Sistem Ganda pada masa lalu, sekarang dan (mungkin juga) pada masa depan.

Tujuan Utama Sistem Ganda

Tujuan utama Sistem Ganda adalah untuk menjamin secara berkelanjutan keterserapan tenaga kerja pada pasar kerja tertentu sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan individu. Untuk memenuhi permintaan ini pendidikan dan pelatihan harus mengembangkan kualifikasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan hasil kinerja secara independen.  Hal ini memerlukan pengembangan dan kombinasi fungsional, ekstra-fungsional, dan qualifikasi sosial.

Struktur Sistem Ganda

Struktur Sistem Ganda di Jerman dibatasi pada empat aspek, yaitu pemilahan tanggungjawab untuk pendidikan/pengajaran teori dan pelatihan praktik, pembagian waktu pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pengorganisasi pendidikan dan pelatihan serta konsentrasi pada mata pelajaran utama dalam pembelajaran teori.

Pembelajaran Teori

Republik Federasi Jerman (BRD) terdiri atas 16 negera bagian (Länder). Masing-masing negara bagian memiliki otonomi dalam bidang budaya, termasuk di dalamnya berwenang dalam bidang pendidikan. Pembelajaran teori yang diperlukan suatu bidang pekerjaan dilaksanakan di sekolah.  Sekolah bekerja dengan kurikulum/silabus yang hanya berlaku di suatu negara bagian tertentu. Silabi tersebut berdasar pada masing-masing bidang kejuruan yang dikembangkan dibawah tangung jawab sebuah lembaga permanen yang beranggotakan Menteri Kebudayaan dari 16 negara bagian yang disebut Kultus Ministerium Konferenz (KMK). Jaminan ini mencakup juga validitas hasil pendidikan di Jerman. Dengan kata lain, masing-masing negera bagian diperbolehkan untuk mengintegrasikan silabi sesuai dengan kondisi spesifik untuk situasi aktual di negara bagian tersebut.  Pembelajaran teori di sekolah menckup juga pembelajaran praktik yang diperlukan untuk memahami suatu teori tertentu.  Monitoring pelaksanaan pembelajaran teori di lakukan oleh masing-masing negara bagian.

Pelatihan Praktik

Seluruh kegiatan pelatihan praktik dilaksanakan di perusahaan sesuai dengan bidang kerja yang harus dipelajari.  Pelatihan juga meliputi teori-teori yang dibutuhakn untuk memahami suatu kegiatan praktik dan untuk bekerja secara profesional.  Misalnya Matematika, Fisika, Kimia atau Biologi tidak diajarkan sebagai satu mata pelajaran khusus, tetapi include dalam pelatihan praktik kejuruan. 

Perusahaan bertanggungjawab untuk seluruh proses kegiatan pelatihan.  Tanggung jawab tersebut di secara keseluruhan dijankan bersama dengan Kementerian Ekonomi Federal (BRD) yang meng-organisir kerangka pengembangan pelatihan dan peraturan-peraturan yang diperlukan untuk pelaksanaan pelatihan kejuruan dalam suatu kerangka kerja.  Kontrol terhadap jalannya pelatihan didelegasikan dari pemerintah kepada suatu lembaga yang disebut Industrie- und Handelskammer (IHK) dan Handelskammer (HK), semacam Kamar Dagang dan Industi (KADIN) di Indonesia. IHK atau HK beranggotakan perusahaan dan para professional pada bidang pekerjaan tertentu. Tabel berikut ini menggambarkan pembagian tugas dan kewenangan antara sekolah dan perusahaan dalam pendidikan sistem ganda di Jerman.

Tempat belajar Perusahaan

(Lernort Betrieb)

Tempat belajar SMK

(Lernort Berufsschule )

Diatur dengan Undang-undang Diklat Kejuruan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Federal (Berufsausbildungsgesetz/BBiG)

Diatur dengan Undang-undang Tentang Sekolah yang dikeluarkan oleh Negara Bagian (Schulgesetz)

Antara peserta pelatihan dengan perusahaan diikat dengan suatu kontrak pelatihan (Berufsbildungsvertrag)

Antara siswa dengan sekolah diikat dengan suatu kewajiban untuk sekolah (Schulpflicht)

Jalannya pelatihan diatur dengan Tataurutan Pelatihan (Ausbildungsordnung)

Pembelajaran mengacu pada kurikulum (Lehrpläne)

Bertanggungjawab pada pelaksanaan pelatihan praktik kejuruan (praktische Berufsausbildung)

Bertanggungjawab pada tranfer ilmu penge-tahuan teori (theoritische Unterweisung)

Pembagian Waktu

Pendidikan dan pelatihan kejuruan umumnya berlangsung anatar 3 sampai 3,5 tahun. Sekolah dan perusahaan mempunyai tanggung jawab dan kerja bersama untuk melaksankan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang berkualitas.  Mereka membagi waktu pendidikan dan pelatihan sedemikian rupa sehingga peserta diklat (Auszubildender-in/ Lehrlinger-in) memperolah 3-4 hari praktik di perusahaan dan 1-2 hari belajar di sekolah atau 3-4 minggu di perusahaan dan 1-2 minggu di sekolah. Pada pertengan pelaksanaan diklat, biasanya pada akhir tahun kedua, peserta diklat harus menempuh ujian pertengahan (Zwischenprüfung). Ujian ini tidak menyebabkan pembatasan ataupun keuntungan.  Ujian ini hanya dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada sekolah, perusahaan dan peserta diklat itu sendiri tentang level kemampuan yang telah dicapainya.  Setelah menempuh ujian akhir (Abschlußprüfung) dan dinyatakan lulus, peserta diklat mendapat surat keterangan sebagai tenaga terampil pada bidang tertentu.

Pengorganisasian Diklat

Hal yang terpenting pada tahun pertama diklat (1. Ausbildungsjahr) adalah pengorganisasian bentuk dari diklat dasar.  Keterampilan praktik dan isi teori merupakan bagian dari rencana diklat dan silabi yang spesifik  untuk  proses kerja sesuai bidang kerjanya.

Tahun kedua diklat (2. Ausbildungsjahr) adalah tahap spesialisasi pertama, tetapi spesialisasi ini masih bersifat luas.  Spesialisasi ini berorientasi pada kemampuan khusus yang essensial pada suatu skup kelompok kejuruan kecil.

Tahun ketiga diklat (3. Ausbildungsjahr) dan tahun keempat diklat (4. Ausbildungsjahr) difokuskan pada spesialisasi keterampilan khusus dari suatu bidang kerja dan yang secara khusus diperlukan oleh tempat kerja.

Konsentrasi pada Mata Pelajaran Utama Teori

Walaupun silabi kurikulum dapat berbeda pada masing-masing negera bagian, sebagian besar negara-negara bagian mengacu pada keputusan pendidikan yang sama, yaitu menempatkan teknologi atau subyek kejuruan sebagai disiplin utama ke dalam fokus pembelajaran teori.

Semua mata pelajaran dirancang untuk mendukung pambelajaran kejuruan utama.  Isi dan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari bidang kejuruan yang sesuai harus dipilih untuk pengembangan/perluasan semaksimal mungkin.  Seluruh tujuan diklat berorientasi pada aktivitas dan kehususan bidang kejuruan, baik dalam hal isi maupun pelaksanaannya.

 

Referensi

1.        Bundesministerium für Bildung und Forschung, Berufsbildunggesetz, Stand 11.04.2005.

2.        Handout Pelatihan, The Dual System of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Germany

3.        Handout Pelatihan, Bildung- und Ausbildungssystem


Guru SMK Negeri 1 Trucuk Klaten, Saat ini sedang mengikuti International Leadership Training (ILT) INWENT Germany (01.0908 – 31.08.09)

Oleh: sumadiklaten | 17 November 2008

Mein Traumhaus

Senin, 16. November 2008

Kami mulai belajar menulis lebih banyak. Tema pelajaran kali ini adalah “traumen” (mengkhayal). Kami diminta untuk menulis tentang “rumah idaman” yang kami dambakan.  Pembelajaran ini terasa menyenangkan, karena metode yang dipakai sangat komunikatif dan interaktif.  Mula-mula kami diminta menggambar sebuah rumah yang indah, lengkap dengan denah ruangan dan tata letak meubelernya.  Setengah jam lebih kami seperti anak TK yang sedang belajar menggambar, setelah itu kami diminta untuk bercerita tentang rumah yang kami gambar tersebut.  Lucu sekali, tetapi sangat menghibur.  Bayangkan saja, orang sudah tua-tua disuruh belajar bahasa selama 8 jam per hari! Siapa tidak bete?

Ada kelakar di antara para peserta dari Indonesia. “Mengapa kita sulit belajar Bahasa Jerman?”, tanya salah satu perserta. Berbagai jawaban ilmiah kami kemukakan. “Salah”, katanya, “Yang benar adalah kita sudah terlanjur termakan sumpah!”.  “Maksud loe?” kami serentak balik bertanya. Lalu dia bilang, “Dalam sumpah Pemuda yang ke tiga kita bilang berbahasa satu Bahasa Indonesia!, itu dia masalahnya……” Ha ha ha ….

Alhamdulillah, dengan metode pembelajaran yang bervariasi, membuat kami senantiasa termotivasi untuk terus belajar.  Suatu metode yang (mungkin) perlu ditiru oleh para guru Bahasa (terutama Inggris) di sekolah kita.

Ini rumah impian saya …….

 Mein Traumhaus

 

Mein Traumhaus ist sehr groß, 300 m2.  Das Haus hat zwei Stock.  Auf dem 1. Stock gibt es ein Schlafzimmer, ein Wohnzimmer, ein Esszimmer, ein Gastzimmer, ein Küche und ein Garage. Das Schlafzimmer ist für meine Frau und mich.  Auf dem 2. Stock gibt es vier Schlafzimmer, ein Wohnzimmer und Balkon.  Ich habe drei Kinder, Aini ist vierzehn, Nisa ist zwölf und Wafa ist zwei Jahre alt.   Deshalb sind drei Schafzimmer  für meine Kinder und eines für meine Mutter. Sie lebt mit uns zusammen.  In jedem Schlafzimmer haben wir ein Badezimmer mit Toiletten, ein Bett, ein Nachttisch, einen Kleiderschrank und einen Schreibtisch.

Einen Garten hat es auch.  Er ist nicht so groß, weil ich nicht gern im Garten arbeite, circa 100 m2 sind genug.  Mein Wohnzimmer ist sehr groß und hell.  Dort light ein Teppich, ein Sofa, und ein Fernsehapparat.  Küchen gefallen mir so gut.  Meine Küche ist auch sehr gut und groß.  Ein Elektroherd, ein Kuhlschrank, Schränke und vielleicht Spülmaschine sind da. Neben der Küche ist mein Esszimmer, und natürlich sind dort ein Esstisch und Stühle.

Die Möbel sind weiß, weil es hell ist.  Das gefällt mir besonders gut.   Einen Balkon habe ich dort auch.  Ich sehe gern in den Garten.  In meiner Garage steht ein schwarzes, gutes Autos.  Mit diesem Auto reisen wir in den  Urlaub zu Sehenswürdigkeiten.  Mehr brauche ich nicht. 

« Tulisan Baru - Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.