Mengenal berbagai metode yang beragam

Supaya siswa mencapai kompetensi dalam bidang yang berbeda dalam konteks „dunia kerja nyata“, haruslah dipilih metode belajar mengajar yang cocok. Tentu saja setiap pembelajar lebih menyukai metode tertentu, tetapi yang perlu digarisbawahai disini adalah, bahwa metode belajar mengajar yang efektif adalah metode yang berbeda dan beranekaragam.
Baca Lanjutannya…

G. Bungk (1994) menyatakan bahwa hingga permulaan tahun 1960-an, diklat kejuruan lazimnya berbasis kemampuan untuk bekerja (ocuppational ability) dalam pengertian suatu rangkaian pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan jabatan tertentu. Kemudian pada akhir dekade ini, di Jerman diperkenalkan konsep kualifikasi untuk bekerja (ocuppational qualifikation) yang dimaksudkan sebagai langkah pertama dalam adaptasi diklat kejuruan pada perubahan teknologi, ekonomi dan sosial. Cakupan kualifikasi untuk bekerja lebih luas, hingga meliputi fleksibilitas dan kemandirian.

Langkah pergeseran dari kemampuan untuk bekerja menjadi kualifikasi untuk bekerja bersifat kuantiatif, sedangkan langkah pergeseran dari kualifikasi untuk bekerja menjadi kompetensi profesional bersifat kualitatif. Peran pekerja yang kompetens berubah dari „diorganisasikan dari luar“ manjadi „mengorganisasikan diri sendiri“.

Jelaslah bahwa apa yang dimaksud sebagai „bentuk organisasi baru“ adalah memaksakan pemanfaatan keterampilan orang-orang dari sudut pandang teori organisasi dan pengelolaan bisnis.  Cara yang terbaik untuk „menguangkan“ potensi dalam organisasi adalah dengan cara mensosialisaikan dan menstimulasi kemampuan sosial dengan diklat kejuruan awal.

Fungsi baru pekerja yang berkualifikasi

Pekerja yang mempunyai kompetensi teknik akan mampu melakukan kegiatan dan tugas-tugas dalam bidang kerjanya secara bertanggungjawab dan kompeten serta mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukannya.

Dengan kemampuan metodologis, seorang pekerja mampu untuk menanggulangi masalah yang dihadapinya dan penyimpangan yang terjadi.  Dengan memanfaatkan pengalaman yang telah diperoleh, seorang pekerja dapat secara mandiri mendapatkan solusi untuk masalah yang dihadapinya.

Komptensi sosial diperlukan seseorang pekerja untuk mampu bekerja secara komunikatif dan kooperatif dengan orang lain.  Pekerja dengan komptensi sosial yang tinggi akan menunjukkan perilaku yang berorientasi pada kelompok (team oriented) dan saling mengerti dalam kelompok (inter-personal understanding).

Pekerja dengan komptensi untuk berpartisipasi akan mampu memberikan kontribusi untuk menyusun lingkungan kerja di tempat kerja dan sekitarnya, mampu membuat perencanaan, mampu menerima tugas-tugas organisasi, mampu membuat keputusan dan bersedia untuk memikul tanggungjawab.

Organisasi belajar

Kebutuhan yang semakin bertambah akan diklat berbasis kompetensi bukan saja berlaku pada jenjang fasilitator, tetapi juga pada pasar kerja. Kompetensi bukan berarti menguasai keterampilan belaka, tetapi juga kemampuan menerapkan secara praktik di tempat kerja.

Kompetensi untuk bertindak dalam pekerjaan bisa didefinisikan sebagai kombinasi hubungan antara kompetensi teknik, metodologis, sosial dan individual. Ini adalah tipe pekerja yang dibutuhkan oleh perusahaan moderen. Kerja dalam produksi, quality control, maintenance dan process control membentuk suatu organisasi baru, organisasi yang sangat maju: organisasi belajar.

Kualifikasi Kunci

Adalah mustahil untuk bisa meramalkan, kualifikasi teknik yang bagaimana yang dibutuhkan pada masa yang datang? Oleh karena itu agar keterampilan yang diajarkan tidak cepat “kadaluwarsa” dalam waktu yang pendek, maka dimulai satu konsep baru, yaitu kualifikasi kunci (key qualifications).

Kualifikasi kunci adalah pengetahuan, kemampuan dan kompetensi yang membuat seseorang:

  • Mampu untuk melakukan pekerjaan dan fungsi dalam bidang yang luas sebagai opsi alternatif pada waktu yang sama, dan
  • Mampu untuk menghadapi dan mengatasi perubahan dalam kebutuhan akan akan kualifikasi yang biasanya tidak bisa diramalkan sebelumnya (Mertens, 1974).

Kualifikasi kunci merupakan basis dari pola diklat kejuruan yang lebih luas yang difokuskan pada tingkat kompetensi yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan pada kualifikasi jangka menengah dan jangka panjang. Tugas utama kualifikasi kunci adalah untuk membentuk kerangka proses training yang bisa melengkapi, memperbaharui dan mengatisipasi secara dinamis kebutuhan akan kualifikasi baru.

Kulifikasi kunci dalam kerangka kompetensi tenkik

Adalah tidak benar anggapan yang menyatakan bahwa kualifikasi kunci- misalnya komunikasi, kerjasama, pengorganisasian dan team spirirt- bisa tercapai secara abstrak atau terpisah dari kompetensi teknik. Kemampuan sosial, metodologis dan individual harus menjadi bagian dari lingkungan teknik.

_________________________

Referensi:

Tippelt, Rudolf dan Amoros, Antonio (2003),  Pendidikan Kejuruan Berbasis Komptensi, Kumpulan Materi Seminar: Pembelajaran bagi Para Pembelajar, Terjemahan oleh Wenny Schmidt, Mannheim-Jerman: Internationalle Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) gGmbH.

Pengantar: Tulisan berikut ini adalah rangkuman materi-materi seminar yang diterbitkan oleh InWEnt gGmbH, Jerman. Materi-materi tersebut saya rangkum dan sajikan menjadi 3 tulisan: Kosep Dasar, Kemampuan Profesional, dan Bagaimana Metode untuk Mengembagkan Kompetensi?  Selamat membaca….

Apa yang dimaksud dengan kompetensi?

Secara fungsional kompetensi berkenaan dengan sekelompok keterampilan dan pengetahuan yang diterapkan untuk melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan oleh suatu bidang pekerjaan. Konsep ini berasal dari Inggris yang didasari atas pembahasan mengenai evolusi dari unjuk kerja sesuai dengan norma yang ada.

Berawal pada kritik terhadap pedagogis berbasis pengetahuan teoritis secara scholastik tradisional, Perancis mendefinisikan kompetensi dengan fokus konstruktifis, yaitu pengertian individual dan kolektif terhadap situasi produktif yang tergantung dari kompleksitas masalah yang mengakibatkan evolusinya.

Di Jerman pembahasan kompetensi berkaitan dengan definisi global tentang profesi yang lebih menekankan pada perbaikan proses training yang lebih bersifat holistik dan integratif.

Menurut Bunk (1994), sesesorang dikatakan mempunyai keompetensi profesional atau kemahiran untuk bekerja, jika orang tersebut mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaannya atau orang tersebut bisa melakukan tugasnya secara mandiri dan fleksibel serta bersedia dan mampu untuk melakukan perencanaan sebelumnya di tempat kerjanya atau di dalam struktur organisasi kerjanya.

Mengapa harus berbasis kompetensi?

Di kebanyakan negera Eropa, Jerman, Spanyol, Perancis, Inggris dan sebagainya beberapa tahun yang lalu telah diadakan reformasi pendidikan kejuruan agar terjadi link and match dengan kebutuhan pasar kerja dan sistem ketenagakerjaan.

Perubahan struktur pasar kerja, inovasi teknologi dan cara baru mengelola pekerjaan membutuhkan pengetahuan baru dan pengembangan bidang kompetensi, yang hingga kini jarang menjadi bagian sistem pendidikan kejuruan.

Pada tingkat perusahaan, faktor-faktor ini meliputi transformasi teknologi skala besar dan perubahan pengorganisasian yang mengakibatkan pola-pola kualifikasi profesional yang baru. Pendefinisan profesional sebagai regulator sistem, tidak lagi hanya megacu pada kemahiran untuk bekerja, tetapi juga mencakup kemampuan para pekerja untuk berinisitaif sendiri dan mempengaruhi secara mandiri sifat dari pekerjaan yang mendadi tugas dan tanggungjawabnya.

Perlunya pengembangan kualifikasi profeional baru dimaksudkan untuk menunjang kemampuan tenaga kerja dalam bidang:

  • Kerjasama tim (teamwork)
  • Kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri
  • Komunikasi dalam kerja kelompok
  • Kesadaran akan mutu sebagai kriteria
  • Kerjsama dalam kelompok secara multifungsional.

Jelaslah bahawa konsep komptensi dipengaruhi oleh proses perubahan yang berkelanjutan dan gagasan-gagasan yang berbeda yang dikembangkan pada waktu yang sama. Meskipun demikian semua ini mencermikan bahwa kebutuhan yang beragam akan kualifikasi berubah-ubah. 

Kompetensi apa saja yang dibutuhkan?

Kompetensi Teknik

Kompetensi teknik adalah perpaduan dari kemampuan kognitif dan keterampilan motorik yang diperlukan untuk suatu jabatan yang merupakan syarat pekerjaan itu. Ada dua aspek penekanan, yaitu aspek normatif dan aspek tuntutan jabatan. 

Di Jerman, secara normatif aspek kognitif didefinisikan dan divalidasikan oleh peraturan pendidikan kejuruan (Ausbildungsordnung) bidang pekerjaan yang bersangkutan.  Sedangkan secara analisis jabatan, kompetensi teknik didefinisikan sebagai suatu cara yang standar yang bisa diterapkan pada situasi profesional atau di tempat kerja.

Kompetensi Metodologis

Kompetensi metodologis adalah kemampuan untuk mencari informasi secara mandiri dan menguasai teknik belajar yang fundamental dan teknik di tempat kerja.  Selain itu seorang pekerja harus mengetahui bagaimana bereaksi terhadap keadaan di tempat kerja dan menerapkan prosedur yang sesuai dengan tugas yang diberkikan kepadanya.

Kemapuan beradaptasi

Perubahan teknologi berjalan begitu lajunya, sehingga kita tidak bisa mengharapkan bahwa sesesorang yang telah dididik satu kali dalam satu bidang, bisa melakukan tugasnya secara berkelanjutan tanpa batas. Pendidikan kejuruan harus dilihat sebagai pendidikan berkelanjutan dan bukan sebagai pendidikan pada satu tahap kehidupan seseorang.  Ini memerlukan kemampuan untuk memprakarsai dan ditambah investasi pada pembaharuan pengetahuan yang berkelanjutan.  Dengan demikian, sangatlah penting mengembangkan strategi didaktis yang baru dan inovatif yang merupakan basis metode belajar yang baru.

Kompetensi Sosial

Komptensi sosial merupakan kemampuan untuk bekerjasama dan berurusan dengan orang lain atas dasar perpaduan kemampuan untuk bekerjasama dan berkomunikasi. Dalam dunia kerja, bekerja dalam kelompok merupakan hal yang sangat penting. Salah satu faktor keberhasilan perusahaan di masa mendatang adalah: karyawan yang sangat terapil dan bermotivasi tinggi yang diorganisasikan dalam kelompok-kelompok!

Kompetensi Individual

Kemampuan untuk mengevaluasi diri, tanggung jawab, mengembangkan minat pribadi dan rencana hidup adalah bagian dari kemapuan individual.  Kemampuan ini sangat penting bukan  sebagai suatu pendelegasian fungsi-fungsi, melaikan bahwa setiap anggota organisasi harus bertanggungjawab sendiri untuk bagiannya.

Refleksi Unjuk Kerja

Refleksi unjuk kerja dan kemampuan untuk bekerjasama merupakan hal yang sangat penting, yaitu untuk menganalisis kebutuhan perbaikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • rencana dan target
  • motivasi
  • hasrat untuk melihat prospek ke depan, dan
  • komitmen profesional.

 ___________________________________________

Referensi:

Tippelt, Rudolf  dan Amoros, Antonio (2003),  Pendidikan Kejuruan Berbasis Komptensi, Kumpulan Materi Seminar: Pembelajaran bagi Para Pembelajar, Terjemahan oleh Wenny Schmidt, Mannheim-Jerman: Internationalle Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) gGmbH.

Oleh: sumadiklaten | 22 Maret 2009

Uji Kompetensi pada Pendidkan Sistem Ganda di Jerman

Selama menempuh diklat, seorang peserta harus menempuh sekurang-kurangnya dua kali ujian, yaitu ujian pertengahan (Zwischenprüfung) yang dilaksanakan pada akhir semester pertama tahun diklat ke dua dan ujian akhir (Abschlussprüfung) yang dilaksanakan pada akhir masa diklat.

Ujian diatur dan dilaksanakan oleh sebuah komisi yang dibentuk oleh lembaga independen.  Terdapat  banyak  lembaga independen/asosiasi di Jerman yang bergerak pada bidang kejuruan/profesi masing-masing, diantaranya Industri- und Handelkammer (IHK), Handwerkskammer (HWK), Landwirtschaftskammer (LWK)/Pertanian, Gesundheitkammer/ Kesehatan, Psychotherapeuten- kammer, Apothekerkammer, dll.  Lembaga-lembaga tersebut berwenang dan bertanggungjawab melaksanakan ujian serta menjamin keabsahan hasil ujian. Dalam pelaksanaannya kewenangan tersebut meliputi pembentukan komisi ujian, penugasan penguji, penjadwalan ujian, penyusunan soal ujian, pelaksanaan ujian, penilaian dan sertifikasi hasil ujian.

Pada tanggal 12 Maret 2009, saya berkesempatan hadir segabai tamu pada ujian pertengahan bidang pekerjaan Pembuatan Taman dan Landskaping (Gartner- und Landschaftbau) yang dilaksanakan di BBZM, Magdeburg.  Berikut laporannya…..

Komisi Ujian dan Tim Penguji

Komisi ujian  terdiri atas 20 sampai 30 orang yang berasal dari perwakilan perusahaan pemeberi kerja (1/3), perwakilan serikat pekerja (1/3) dan perwakilan guru/pelatih (1/3).  Komisi ujian dipilih dan ditetapkan untuk masa bakti selama 2 tahun.  Dalam pelaksanaan tugasnya, komisi ujian bertanggungjawab kepada kammer, dalam hal ini Landwirtschaftskammer. Untuk pelaksanaan ujian, komisi ujian menugaskan tim penguji yang terdiri atas sekurang-kurangnya 3 orang dengan komposisi sama dengan komisi ujian.  

Bentuk, Materi dan Waktu Ujian

Ujian dilaksanakan dalam bentuk tulis, praktik dan wawancara. Antara kedua jenis ujian tersebut dilaksnakan pada waktu yang berbeda, misalnya ujian yang saya hadiri ini, ujian tulisnya telah dilaksanakan pada tanggal 23 Pebruari 2009, sedangkan ujian wawancaranya dilaksanakan setelah penilaian hasil ujian praktik.  Materi ujian tulis meliputi dasar-dasar budidaya tanaman, pengetahuan teoritis penunjang parktik kejuruan, hitungan kebutuhan lahan, kebutuhan bahan dan alat, hitungan biaya, dan kewarganegaraan (Sozialkunde). Waktu yang tersedia untuk ujian tulis adalah 3 jam dan dilaksankan secara bersama-sama dengan peserta dari sekolah lain.

Pada ujian praktik, peserta uji mula-mula harus mengidentifikasi  tanaman hias ornamen taman yang meliputi nama Jerman, nama latin, ciri khas, masa hidup tanaman, dll.  Selanjutnya mereka memperoleh lembar tugas praktik untuk dibaca dan dipelajari selama 15 menit.  Setelah paham tentang tugas-tugas apa yang harus dilaksanakan, peserta menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan, kemudian mulai melaksanakan tugas ujian.  Setiap peserta memperoleh waktu ujian praktik selama 3 jam.  

Setelah dilakukan penilaian atau kadang juga sembari dilakukan penilaian, peserta menempuh ujian wawancara.  Pada wawancara penguji menanyakan berbagai hal tentang kegiatan praktik yang telah dilaksanakan, misalnya bagaimana cara menentukan titik tertentu, mengapa tanaman harus diperlakukan begini/begitu, berapa banyak kebutuhan bahan tanam, mengapa sebanyak itu, dll. Lamanya waktu wawancara sekitar 30 menit, sehingga dalam sehari biasanya hanya dilaksanakan ujian praktik dan wawancara tidak lebih dari enam orang.

Portofolio Peserta Ujian

Selain mengawasi pelaksanaan ujian praktik, penguji juga memeriksa bukti belajar/portofolio yang harus diserhakan oleh peserta ujian.  Portofolio dikemas dalam sebuah schnelhekter besar yang berisi antaralain:

1. Zeugnis yaitu laporan hasil belajar semacam raport untuk mata pelajaran teori yang sudah ditempuh, 3 semester untuk Zwischenprüfung dan 5 semseter untuk Abschlussprüfung. 

2. Rencana kegiatan belajar selama 3 tahun yang ditandatangan oleh peserta diklat dan pelatih.

3. Daftar perusahaan tempat peserta uji menempuh praktikum/magang dan sertifikat yang diperoleh.  

4. Jurnal kegiatan belajar harian/mingguan yang ditandatangani oleh peserta diklat dan pelatih.

5. Rekapitulasi jurnal kegiatan belajar sampai dengan saat menempuh ujian yang ditandatangani oleh peserta diklat dan pelatih.

6. Herbarium jenis-jenis tanaman yang sudah dipelajari. Sebelum menempuh ujian pertengahan, peserta diklat sekurang-kurangnya harus telah mempelajari 40 jenis tanaman hias taman, 25 diantaranya diujikan.  Sedangkan untuk menempuh ujian akhir, peserta diklat wajib telah mempelajari sekurang-kurangnya 60 jenis tanaman dan 40 diantaranya diujikan.  Jenis tanaman yang diujikan ditentukan secara acak oleh pembuat soal ujian. Hal-hal yang dicantumkan pada herbarium meliputi nama botanik, nama Jerman, famili, penjelasan ciri khas tanaman dan herbarium atau foto tanaman.

7.  Rangkuman/tulisan peserta diklat mengenai thema kewarganegaraan umum, issue perlindungan lingkungan hidup, tanaman, pertamanan dan landskap. Masing-masing thema sekurang-kurangnya satu tulisan.

8. Rangkuman mengenai program perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman.  

9. Pengetahuan tentang organisasi pekerja bidang pertamanan dan landskap.

10. Daftar bacaan literatur dan media tentang tanaman.  Pada bukti belajar ini, peserta diklat menuliskan judul literatur, pengarang/tim redaksi dan penerbit buku/majalah/media yang dipelajari.

Alat, Bahan dan biaya Ujian

Untuk menempuh ujian, peserta tidak dikenakan biaya sama sekali.  Semua bahan praktik ujian dan lat-alat yang besar disediakan oleh sekolah/ penyelenggara ujian, sedangkan alat-alat kecil disedikan secara pribadi oleh peserta, misalnya mistar, palu kecil, alat tulis, dan lain-lain.

Pengumuman Hasil Ujian

Sesaat setelah penilaian hasil praktik dan wawancara, tim penguji mengadakan sidang/rapat.  Dengan menggunakan rumus-rumus perhitungan serta berdasarkan nilai ujian tulis, ujian praktik dan wawancara, tim penguji menentukan apakah dinyatakan lulus atau tidak lulus.  Pengumuman lulus/tidak disampaikan pada hari itu juga, sesaat setelah tim penguji melaksanakan rapat.  Surat keterangan resmi dari Kammer diberikan selambat-lambatnya 15 hari setelah peserta dinyatakan lulus.  Walaupun demikian, peserta sudah bisa mulai mencari kerja dengan surat keterangan lulus tersebut. 

Ujian Ulang/Perbaikan

Hasil ujian pertengahan tidak mengharuskan peserta yang tidak lulus mengulang, tetapi apapun hasil ujian pertengahan menjadi bahan evaluasi dan umpan balik bagi peserta diklat dan pelatih/sekolah/penyelenggara diklat.  Bagi peserta diklat yang dinyatakan tidak lulus pada ujian akhir, diberi kesempatan untuk menempuh ujian perbaikan/ulangan pada masa ujian berikutnya sebanyak dua kali, selambat-lambatnya satu tahun setelah ujian akhir yang pertama ditempuh.  Bila dalam dua kali kesempatan ujian perbaikan peserta tersebut tetap tidak mampu lulus, maka baginya tertutup kesempatan untuk memasuki bidang pekerjaan itu.

 

 

 

Sejak tanggal 19 Januari 2009 saya melaksanakan kegiatan magang (dalam Bahasa Jerman disebut Praktikum) di sebuah lembaga pelaksana pelatihan kejuruan di kota Magdeburg, kira-kira 100 km arah baratdaya dari ibukota Jerman, Berlin .  Magdeburg adalah ibukota Negara Bagian Sachsen-Anhalt, salah satu negara bagian yang pada masa perang dingin berada di wilayah Republik Demokrasi Jerman (DDR) atau yang lebih kita kenal sebagai Jerman Timur.  Tempat magang saya bernama Bau Bildung Zentrum Magdeburg (www.bbzm.info), yaitu sebuah pusat pendidikan dan pelatihan di bidang kerja bangunan. Membangun gedung, membuat jalan, memasang rel kereta api, mengecat, membuat kanalisasi kota, memasang instalasi pemipaan, membuat meubel, membuat taman dan landscaping adalah beberapa jenis pekerjaan yang bisa dipelajari di sini.

Di BBZM peserta diklat mengikuti pelatihan di lini perusahaan (baca juga: Sistem Ganda pada Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Jerman). Ada yang menarik dari pelaksanaan diklat dengan sistem ganda di BBZM dan lembaga-lembaga diklat lainnya di Jerman, yaitu bahwa selama sekolah di SMK, peserta diklat tidak dikenai biaya sepeser pun alias 100% GRATIS! Yang lebih membuat saya tercengang adalah selain gratis peserta diklat memperoleh vergütung, semacam uang bonus kompensasi bulanan. Tidak disebut sebagai gaji, karena peserta diklat masih dalam masa training dan kebanyakan mereka masih berumur di bawah 18 tahun.

Pendidikan sistem ganda adalah suatu model penyelenggaran pendidikan pada dua unit organisasi, sekolah dan perusahaan. Secara umum sekolah bertugas menyusun kurikulum, mengatur jadwal pembelajaran dan melakukan transfer pengetahuan serta mencarikan perusahaan untuk tempat pelatihan kejuruan.  Sedangkan tugas perusahaan adalah membuat kontrak pelatihan dengan peserta diklat dan mengatur jalannya pelatihan.

Segera sebelum pelaksanaan pelatihan, antara peserta diklat dan perusahaan penyelenggara pelatihan harus menandatangani suatu kontrak perjanjian. Isi kontrak perjanjian antara lain:

1.      Jenis dan tujuan pelatihan

Pada bagian ini dijelaskan jenis dan tujuan pelatihan yang akan diikuti oleh peserta diklat, misalnya untuk menjadi pembuat taman dan landscaping (Garten-und  Landschaftsbau), pekerja konstruksi kayu (Holzbearbeiter), atau pembuat meubel (Tischler), dan sebagainya.

2.      Kapan mulai dan berapa lama waktu pelatihan

Kegiatan pelatihan berlangsung antara 2 hingga 3,5 tahun tergantung jenis pekerjaan yang dipilih, tetapi umumnya 3 tahun.  Dalam kontrak disebutkan tanggal mulai menempuh pelatihan sampai batas waktu berakhirnya pelatihan. Waktu pelatihan dibagi menjadi satuan semester. Pelatihan biasanya dimulai bulan September tahun pertama pelatihan hingga bulan Agustus tahun ketiga pelatihan.

3.      Jenis pelatihan tambahan di luar pelatihan utama

Jika ada dan diperlukan pelatihan tambahan untuk mendukung pekerjaan yang akan digeluti peserta diklat setelah lulus sekolah, maka dalam kontrak juga harus disebutkan jenisnya.  Misalnya untuk menjadi seorang pembuat taman dan lanskap diperlukan keahlian mengoperasikan alat berat, ekskavator, buldozer, forklift dan sejenisnya.

4.      Lama  waktu pelatihan dan pengaturan hariannya

Mengacu pada Undang-undang Perlindungan Pekerja Anak (Jugendsarbeitschutzgesetz), waktu pelatihan harian diatur maksimal 8 jam per hari, 5 hari per minggu atau maksimal 40 jam per minggu.  Secara berkala peserta diklat mengunjungi sekolahnya untuk mendapatkan pelajaran teori.

5.      Lama  masa percobaan

Sebelum peserta secara resmi diterima untuk mengikuti program diklat di perusahaan, peserta harus menempuh masa percobaan antara 1-3 bulan.

6.      Perhitungan dan banyaknya kompensasi yang akan diterima peserta pelatihan

Untuk kegiatan pelatihannya, peserta memperoleh bonus kompensasi yang wajar yang besarnya tergantung pada jenis pelatihan, tahun pelatihan, pendidikan SMP sebelumnya dan jenis keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya.  Sebagai contoh untuk peserta pelatihan pada bidang taman dan lanskap memperoleh bonus kompensasi per bulan pada tahun pertama sampai tahun ketiga berturur-turut 282 euro, 296,10 euro dan 310,90 euro. Angka yang relatif besar untuk ukuran pekerja di Indonesia, apalagi bila dikurs dengan Rp 15.000 per euro!

7.      Lama waktu liburan

Selama mengikuti pelatihan, peserta diberi kesempatan liburan (urlaub) sesuai kontrak kolektif pada kelompok pelatihanya. Lamanya liburan adalah 10 hari kerja pada tahun pertama, selanjutnya 30 hari kerja pada tahun kedua dan30 hari kerja pada tahun ketiga. Liburan dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu liburan musim dingin (winter fereien) dan liburan musim panas (sommer fereien).

8.      Persyaratan penghentian kontrak perjanjian

Penghentian hubungan diklat antara peserta dengan penyelenggara dapat terjadi secara normal, yaitu melelui proses ujian pada akhir masa diklat. Selain itu dapat juga secara tidak normal, yaitu pada masa percobaan, atau setelah masa percobaan karena alasan tertentu yang penting.  

9.      Ketentuan umum tentang perjanjian, opreasional dan pelayanan.

Di dalam kontrak juga diuraikan tugas dan kewajiban masing-masing pihak, yaitu:

No.

Penyelenggara pelatihan/pelatih

Peserta pelatihan

1.

Memberikan pengetahuan yang sesuai dan keterampilan yang memadai

Menjalankan tugas dengan hati-hati

2.

Melaksanakan diklat secara mandiri atau mendatangkan pelatih dari luar

Ikut serta semua kegiatan pelatihan

3.

Menyediakan alat, bahan dan sarana pelatihan secara gratis/bebas biaya

Mengikuti semua instruksi dari penyelenggara pelatihan dan/atau pelatih sebagaimana diatur dalam kerangka pelatihan kejuruan

4.

Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengunjungi sekolahnya

Menjaga ketertiban

5.

Membentuk karakter peserta pelatihan dengan tanpa membahayakan moralitas dan fisiknya

Menangani secara baik dan benar peralatan kerja, mesin dan fasilitas yang digunakan

6.

Mengarahkan semua tugas hanya pada  pencapaian tujuan pelatihan

Menjaga rahasia perusahaan

7.

Memberikan surat keterangan kepada peserta pada akhir masa pelatihan

 

 

Pada akhir masa diklat diadakan ujian akhir, kemudian hubungan diklat diakhiri dengan suatu serifikat kelulusan diklat.  Tidak semua peserta dapat mengikuti ujian akhir. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tingkat kehadiran dalam pelatihan.  Seorang peserta diklat boleh mengikuti ujian akhir bila selama masa diklat sesuai kontrak, dia tidak hadir maksimal 15% jam pelatihan.  Ketidakhadiran tersebut bisa karena sakit, ijin atau tanpa keterangan.

Jika peserta diklat tidak lulus pada ujian akhir, mereka bisa memperpanjang masa diklat sampai ada kesempatan ujian ulangan, selama-lamanya satu tahun. Jika pada kesempatan ujian ulangan yang terakhir dia tetap tidak lulus, maka dia tidak bisa bekerja pada profesi yang telah ditempuh pelatihannya.  Dia harus memulai dari awal suatu pelatihan untuk jenis bidang pekerjaan/profesi lainnya, karena tanpa sertifikat profesi, seseorang tidak akan pernah bisa bekerja di sektor formal tertentu.

 

Referensi:

1.      Bundesministerium der Justiz, Sozialgesetzbuch (SGB) Drittes Buch (III) -Arbeitsförderung – (Artikel 1 des Gesetzes vom 24. März 1997, BGBl. I S. 594)

2.      Bundesministerium der Justiz, Gesetz zum Schutz der arbeitenden Jugend (Jugendarbeitsschutzgesetz -JArbSchG)

3.      Bundesministerium für Bildung und Forschung, Berufsbildungsgesetz (BBiG) vom 23. März 2005 (BGBl. I S. 931)

4.     Deutsche Industrie- und Handelskammertag (DIHK), Berufsausbildugsvertrag.

5.      Deutsche Handwerkskammer (DHWK), Berufsausbildugsvertrag.

Older Posts »

Kategori