Oleh: sumadiklaten | 30 September 2008

Jum’atan di Saarbrücken

Alhamdulillah akhirnya saya bisa juga melaksanakan shalat jum’at.  Sebelumnya saya semapat bingung, kemana bisa dapetin masjid untuk jum’atan? Alhamdulillah orang Kurdistan (Turki) pemiliki toko dimana saya dan teman2 beli SIM Card menawarkan agar pada hari jum’at jam 13.30 kami datang kembali ke tokonya untuk diajak bersama ke pusat kegiatan islam mereka di salah satu sudut kota Saarbrücken. Saya pergi jumatan bareng pak Wagiyono, Pak Syahrir dan Pak Hendra.  Kami sangat surpraise, mereka menerima kami dengan sangat senang, walaupun komonikasi kami dengan mereka sulit banget, lantara mereka cuman bisa bahasa Arab, Bahasa Kurdi dan Bahasa Jerman, sementara kami cuman bisa Bahasa Indonesia, sedikit Inggris dan sedikit Jerman. Alhamdulillah, tak lama kemudian ada seorang jamaah masih muda bisa berbahasa Inggris.  Tatacara mereka shalat bikin kami bingung.  Diawalai dengan menyimak imamnya baca Qur’an  (jam 14.00), kemudian semacam tausiah dalam Bahasa Kurdi.  Menjelang akhir tausiah  salah seorang jamaah melantunkan azan, tapi sang imam terus aja melanjutkan tausiahnya. Setelah menutup tausiah (jam 15.00)dengan membaca umulkitab bersama, Imam naik mimbar dengan diiringi bacaan shalawat, seperti yang biasa dilakukan oleh bilal shalat jum’at di masjid-masjid di daerah Purwodadi atau mungkin juga di kawasan pantura lainnya.  Shalat juma’t mulai dengan ditandai dikumandangkannya adzan yang kedua oleh bilal.  Selanjutnya khatib berkhutbah dalam bahas kurdi yang kami tidak tahu maksudnya, kecuali bila khatib sedang mengutip ayat-ayat Qur’an atau hadist nabi.  Khutbahnya sangat pendek, kemudian imam duduk diantara dua khutbah.  Khutbah duanya pun singkat sekali.  Setelah khatib turun dari mimbar, bilal iqamat.  Iqamatnya beda dengan kita, persis kayak adzan tapi hanya dengan suara lirih, tapi cepat sekali.   Shalat jumat dilaksanakan sangat cepat, karena setiap gerakan dilakukan singkat sekali, ayat-ayat yang dibaca imam juga pendek: al kautsar dirakaat pertama dan al ikhlas di rakaat kedua.  Yang bikin Kami bingung, setelah shalat jumat, semua orang shalat lagi. Kami kira mereka shalat ba’diah jumat.  Kami pun shalat juga, tapi ternyata mereka shalat 4 rakaat.  Dalam hati saya (mungkin) seperti yang pernah saya dengar, bahwa di Indonesia pun ada kelompok tertentu yang tetap mengharuskan shalat dhuhur, walaupun sudah shalat jum’at.  Eh, nggak tahunya mereka shalat lagi 4 rakaat.  Bahkan ada sebagia jamah yang sudah mulai berdiri lagi! Daripada bingung, akhirnya kami pamitan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang lucu banget, karena Bapak yang mengatar kami ingin mengantar kami pulang ke apartemen, padahal kami sebenarnya masih pengin jalan-jalan dulu di pusat kota.  Karena komunikasi tidak nyambung, ya udahlah dengan susah payah bapak itu bertanya kepada beberapa orang di pom bensin tentang alamat kami dengan menggunakan karcis bis langganan kami. Jam 16.00 kami tiba kembali di apartemen. Ada satu cerita menarik, waktu mengambil jatah dinner malam ini, semua bingung karena kami diberi sebungkus plastik besar berisi bahan makanan kaleng, beras dll. Padahal semua teman saya kemarin sudah sibuk berbelanja untuk keperluan makan hari Sabtu dan Minggu.  Saya pergi  juga bersama mereka ke Saarbazaar, sebuah pusat perbelanjaan di kota Saarbrücken, tapi saya tidak beli apa2. Lho kok gitu? Sebenarnya saya mendengar dari penjelasan panitia disini bahwa untuk sabtu dan minggu akan diberi bahan makanan mentah buat dimasak sendiri.  Ketika saya sampaikan hal itu, mereka semua tertawa, mengira saya salah tangkap. Tak apa lah, kita lihat saja nanti, kata hati saya. O ya, selama sebulan kami akan berada di kota ini untuk “introduction module”, setelah itu kami akan pindah ke kota Manheim untuk belajar Bahasa Jerman selama 3,5 bulan dan technical program 3,5 bulan.Oleh karena itu kami membeli ticket bus bulanan senilai € 33,5! Cukup mahal, jika dirupiahkan lebih kurang Rp 469.000.  Karena ini untuk keperluan paket pengenalan, maka semua peserta harus beli. Enak juga punya tiket bulanan, kemana aja tinggal nyegat bis di depan apartemen, naik tunjukin karcis, beres. Kemana aja kapan aja selama sebulan penuh.

Sabtu dan minggu kami libur, penginnya bisa pulang seperti waktu diklat di Jakarta, tapi ….. jauhnya masyaAllah!  Minggu besuk rombongan (bersama orang China, USA dan Syiria) akan diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Saarbrücken.  Konon ada salah satu kota di sini yang wilayahnya berada di tiga negara (Jerman, Luxemburg dan Prancis), sehingga disebut kota Thrier.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: