Oleh: sumadiklaten | 30 September 2008

Sekilas tentang Sistem Pendidikan di Jerman

had (07.10.08), kami para peserta ILT dari Indonesia, Mesir, Syiria, Libanon, Yaman, dan Negera-negara Afrika diajak ke Universitas Saarbrücken.  Univ tersebut dibangun ditengah hutan, di lokasi bekas tanksi militer.  Pintu gerbangnya masih sangat kental citarasa militernya, tapi bangunan di dalamnya tidak lagi.  Ada banyak jurusan di sini, tapi dua yang paling diunggulkan, yaitu informatika komputer dan nano technology.  Kuliah disini “hanya” € 500 per semester. Itu saja masih sering diprotes, karena katanya dulu sekolah disini gratis sejak SD sampai kuliah. Sistem pendidikan di Jerman berbeda dengan di Indonesia. Semua anak usia 6 – 10 wajib  menempuh mandatory education, semacam wajib belajar sampai tingkat SD.  Setelah itu anak dengan bimbingan dan keputusan orangtua boleh memilih untuk masuk jalur akademik (Gymnasium) atau jalur vokasional, hal ini sangat tergantung kemampuan anaknya. Orangtua disini paham betul dengan hal itu, sehingga tidak ada yang memaksakan harus masuk jalur akademik.   Pada jalur vokasional mereka memang disiapkan untuk jadi pekerja di industri sesuai jurusan yang mereka pilih.  Mereka sekolah sampai sampai umur 18 tahun, kemudian bekerja. Bagi anak yang berprestasi dari jalur ini dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (semacam program diploma/ahli madya di Indonesia), sehingga mereka mejadi paramedis, teknisi di industri, dll. Pada jalur akademik (hanya untuk anak2 yang kemampuan akademisnya bagus) mereka mula-mula belajar Bahasa Inggris dan Perancis.  Setelah itu mereka belajar kimia, matematika, sastra dll. Selama disini mereka menempuh tiga kali ujian, dan mereka harus lulus untuk bisa mengikuti proses selanjutnya. Jika tidak lulus mereka dapat mengulang satu kali. Jika tidak lulus lagi mereka harus (tidak boleh nawar) kembali ke jalur vokasional. Setelah menempuh tiga kali ujian (umur 18an th) mereka bisa meneruskan ke universitas.  Jurusan yang bisa dipilih tergantung nilai mereka, misalnya untuk kedokteran, hanya menerima lulusan terbaik 1 – 10! Tidak ada lagi tes masuk universitas.  Kampus sudah percaya dengan hasil ujian dari sekolah sebelumnya. Beda dengan di kita kan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: