Oleh: sumadiklaten | 1 Oktober 2008

Kursus Bahasa Jerman Sudah Mulai

Selasa, 16 september 2008, kursus bahasa jerman mulai dilaksanakan. Tepat jam 08.30, Frau Verena de la Rey Swardt membuka pelajaran dengan mengenalkan diri dan diikuti perkenalan dengan semua peserta.  Semua peserta dari 3 zona (Afrika, Timur tengah dan Indonesia) dikelompokkan menjadi tiga kelas.  Berdasarkan hasil placement test kemarin, saya berada di kelas bersama 15 orang peserta lain, mereka adalah: Indonesia : Sagana, Bambang; Jordania : Al Shukry, MeriKamerun : Atoh; Mesir : Atta, Galal, El Hendawy; Kenia : Bukaina; Tansania : Luis, Marealle; Malawi : Mataya; Yaman : Shaibani; Libanon : Melki, Nasr. 

 Jumlah peserta dari Indonesia paling banyak, 20 orang. Jumlah tersebut sama dengan jumlah peserta dari Afrika yang terdiri atas beberapa negara. Kursus ini merupakan awalan dari kursus bahasa jerman yang akan dilaksanakan selama 3,5 bulan.  Setengah bulan dilaksanakan di Saarbrücken dan tiga bulan berikutnya insyaAllah akan dipindahkan ke Manheim.  Jadi selama sebulan peserta disambut di Wilkomenhausn ini, untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, pengenalan dan penyamaan pesepsi tentang kursus bersama peserta2 dari negara2 lain. Lucu juga kursus bareng orang-orang dari negera lain.  Masing-masing belum ngeh banget bahasa jerman, sementara bahasa sehari-harinya berbeda. Ada yang bahasa Arab (Timur Tengah), Perancis (Afrika), Inggris (Indonesia, Mesir).  Frau Verena, guru kelas saya, tidak mau menggunakan bahasa pengantar selain bahasa Jerman, walaupun sebenarnya dia bisa juga bahasa Perancis maupun Inggris.  Hampir semua lehrer/lehrerin di sini menguasai sekurangnya tiga bahasa tersebut. 

Ternyata Lehrerin untuk ruang kelas sebelah saya  berasal dari Indonesia, namanya Frau Novi Permata. Dia adalah mahasiswa S2 Bahasa Jerman di Saarbrücken yang bekerja paruh waktu.  Konon alumni sastra jerman UI ini belajar ke Jerman tidak dengan beasiswa.  Demikian cerita Pak Ari yang berada di kelas tersebut.

Hari pertama kursus, Lehrerin-nya sudah banyak nambahin materi, terutama materi2 yang menurut hasil test merupakan titik lemah grupe saya, yaitu mambuat kalimat pas perfect. Seharian kami diajak mengingat kembali materi itu dan sesekali ditambahi materi2 baru.  Memang materi ini cukup sulit karena melibatkan perubahan kata yang tidak beraturan (semacam iregular verb dlm bahasa inggris).  Hampir bisa dikatakan tidak ada rumus bakunya, jadi ya musti dihafal.  Akhir pelajaran kami diberi hausaufgaben (PR).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: