Oleh: sumadiklaten | 3 Oktober 2008

Buka bersama di IC Saarbrücken

Ahad, 21.09.2008, jam 11.00 Saya jalan2 masuk hutan dibelakang appartemen bareng Pak Wagiono.  Rencananya kami mau ke am Zoo (kebun binatang), mumpung minggu ini dibuka gratis.  Tapi berhubung jadwal bisnya masih 45 menit lagi, mendingan jalan aja sampe ke sana paling 30 menit.  Tiba2 kami berpikir untuk lewat jalan lain, masuk kawasan hutan.  Asyik juga di dalam hutan yang rimbun, terdapat jalan selebar 2 meter yang emang disediakan untuk joging.  Didalam hutan kami banyak ketemu orang yang lagi joging , bersepeda, dan ada taman bermain untuk anak2.  Setelah menempuh perjalanan 30 menit, kami  keluar dari hutan menuju jalan raya. Bener, ndak lama setelah nunggu di halte, bis yang kami tunggu sudah datang. 
 
Kebun binatang Saarbrücken punya banyak koleksi binatang, mulai dari binatang malam yang kecil, jangkrik sampai hewan besar sebesar unta ada di sini, tapi saya tidak melihat adanya gajah, jerapah dan ular/reptil.  Eh, tahu nggak bunyi kambing di sini? Mbeeekkkkk sama kaya kambing Indonesia, he he he….
 
Penataan kebun binatangnya bagus, terasa begitu alami, coba bayangkan kandang macan tutul (chetah) cuman dipagar pake kawat harmonika setinggi 2 meter! Awalnya saya takut mendekat, jangan2 ntar dia manjat pagar trus lompat keluar, …… wau ngeri kan? Rupanya dia tidak bisa melampaui kawat itu, karena di pagarnya dipasangi dua utas kawat kecil— pada ketinggian 1 meter dan pada puncak pagar— yang dialiri strum listrik.  Wow, pantes…..
 
Waktu di bonbin tadi salah satu temen  dari rombongan lain, Pak Adit, ketemu dengan muslim Jerman.  Ngomong2 dia bilang ada masjid yang cukup besar di daerah Burbach, pinggir kota Saarbrücken.  Setiap hari jumat, sabtu dan minggu biasanya ngadain acara buka bersama. Saya dan Pak Adit sepakat untuk coba kesana sabtu malam ini.
 
Sekitar jam 3 sore saya sampe lagi di rumah.  Setelah Shalat dhuhur saya nyuci baju, terus istirahat sambil nonton tv di kamar.  Kaya biasanya, ketiduran dan genti ditonton tv, he he. Jam 5.10 saya bangun, shalat ashar terus menuju halte untuk pergi buka bersama ke masjid Burbach.
 
Alhamdulillah, Allah senantiasa memudaahkan jalan kita menuju masjid. Sama kaya dulu pertama kali mau cari tempat jum’atan.  Tadi sore kami ketemu juga muslim Jerman keturunan Turki, yang tidak lain adalah supir bis kota yang kami tumpangi dari appatermen.  Sampe di halte kota tempat kami harus transit, ternyata sopirnya juga turun untuk digantikan oleh sopir lain. Sambil menunggu bis yang akan membawa kami ke Burbach, kami nanya2 kepadanya. MasyaAllah ternyata dia muslim. Sayang sekali, dia bilang: “Ich kann nicht english sprechen“.  Tak apa salah satu teman kami, Tarekh, muslim dari Libenon fasih berbahasa Arab. Jadi nyambung banget dengan pak sopir.  Akhirnya kami diantar ke Islamiche Gemainde Saarbrücken (Islamic Center Kota Saarbrücken).  Pak Supir mengenalkan kami kepada para pengurus IC, kemudian minta salah satu REMAIS di sana untuk menemani kami.  Sebenarnya dia penginnya kami ditemani anaknya yang juga anggota REMAIS, tapi rupanya dia sedang entah kemana.
 
Sambil nunggu waktu berbuka, kami diantar untuk melihat-lihat seantero IC tersebut.  Dari luar sama sekali nggak kelihatan seperti IC.  Maklum bangunan ini sebelumnya adalah dua buah gudang yang sangat besar dibagian belakang, sedangkan di bagian depan sisi kanan bekas Fitnes Center, dan depan sisi kiri entah apa, bekas tulisannya sudah tidak ada.  Belum lama para muslimin di sini berhasil membelinya.  salah satu bekas gudang dijadikan masjid dan sisi gudang yang kedua dijadikan tempat kegiatan2 masal, seperti buka bersama, lapangan tenis/futsal in door dan tempat anak2 bermain, berlaraian.  Selain itu, di tempat ini ada juga toko bahan makanan sehari2, buku islami, Alqur’an dll., ada ruang komputer, perpustakaan, kantor administrasi kegiatan dan beberapa ruang kelas madrasah.  Mereka sebenarnya ingin merubah arsitektur bangunan yang lebih mencirikan Islam, namun oleh pemeritah setempat belum diperbolehkan.  Tidak adil memang, bahkan untuk memasang speaker di menara saja tidak boleh. Padahal itu kan sangat perlu untuk memperkuat suara adzan.
 
Kebanyakan komunitas ini berasal dari timur tengah, sehingga bahasa pengatar pergaulannya adalah Arab dan Jerman.  Ada juga yang bisa cakap inggris, tapi sangat sedikit dan kebanyakan dari kalangan muda2, anak sekolahan.  Walaupun saya dan Pak Adit tampak beda banget dengan kebanyakan mereka, tetapi mereka tampak sangat welcome. Subhanallah begitu kuatnya ikatan silaturahmi yang didasari oleh kesamaan iman dan keyakinan.
 
Jam 7 lewat 38 menit, adzan maghrib dikumandangkan.  Semua orang bergegas berdiri dan berjalan menuju beberapa sudut masjid yang disana terdapat botol2 air mineral, susu kotak satu literan dan kotak2 berisi kurma.  Semua orang minum bergantian menggunakan gelas plastik yang hanya disediakan 2 buah setiap meja.  Awalnya saya bingung, dimana gelasnya? setelah diperhatikan ternyata emang hanya ada 2! Bismillah…. buka dengan segelas susu dan 2 butir  kurma, alhamdulillah…
 
Tidak lama berselang semua orang segera membentuk shaf, kemudia muadzin iqomat.  Shalat maghrib dimulai setelah imam mengingatkan agar jamaah merapatkan dan meluruskan barisan.  Shalat maghribnya sebentar, karena surat yang dibaca Imam pendek: At takastsur di rakaat pertama dan yang kedua (li ila fii quraisyin…) pendek juga.
 
Selesai shalat, jamaah berpindah ke ruang sebelah yang dipisahkan dengan korden besar berwarna hijau.  Terdapat 30 meja panjang yang ditata berbanjar menjadi tiga baris. Setiap meja dikelilingi  3 pasang kursi yang saling berhadapan.  Di hadapan setiap kursi diletakkan selembar tisu kertas, sebuah gelas plastik dan sepasang sendok dan garpu plastik. Di tengah meja terdapat satu botol cola 3 literan dan sebotol air mineral 2 literan. Dua baris meja terisi penuh, berarti ada 120 orang dewasa laki2 di tempat itu, sedangkan anak2 menempati baris ketiga sebanyak dua meja penuh.  Jamaah ini belum termasuk para Remais dan panitia. Jamaah perempuan di tempat lain, saya  tidak tahu berapa banyaknya…
 
Makanan yang pertama datang adalah dua piring plastik SAMBEL TOMAT! Wow, kayaknya sedap juga nih… Kemudian datang dua batang roti dengan diameter 8 cm, panjang 40 cm. Kaya pentungan satpam, gitu loh. Cara makannya?  masing2 memotong sesuai keinginannya, lalu roti dimakan dengan cara dicuil sedikit, dicocolkan ke sambel dan dimakan. Gampang dan pedas, he he.  Berikutnya keluar bubur bulgur dengan daging cincang dan kacang polong.  Alhamdulillah, lidah saya cocok.  Setelah itu datang petugas mengambil mangkok2 yang kotor.  Tapi sendok dan garpu tidak diambil.  “Acara makan baru akan mulai”, kata orang Maroko yang duduk didepan saya. Ha…….? Padahal saya sudah  mulai agak kenyang. 
 
Makanan utamanya keluar, sebaki besar makanan dan 6 lembar roti Arab berdiameter 20 cm, tebal 3 cm. Ada paha ayam 6 potong dicampur dengan bola2 daging giling, kentang goreng iris besar dan ditaburi buah zaitun.  Saya cicipi beberap suap, enak juga, tapi perut rasanya sudah kenyaaang.  Hebat juga selera dan nafsu makan saudara2 dari Arab. Akhirnya saya menutup makan dengan mengambil beberapa butir anggur dan sepotong kecil melon. Alhamdulillah, buka puasa yang sangat berkesan dan mengenyangkan.
 
Saya pulang dari sana jam 8.50 dan sampe di rumah jam 10.20.

Responses

  1. sekarang buka bersamanya adi lebih sering mas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: