Oleh: sumadiklaten | 10 Oktober 2008

Idulfitri di Negeri Orang

Idul fitri 1429 H di Jerman jatuh pada hari Selasa, 30 September 2008.  Ini adalah kali pertama saya lebaran tidak bareng keluarga sejak tahun 1994. Lebaran di negeri orang terasa sangat berbeda, apalagi di suatu negeri dimana muslimin merupakan kaum minoritas.  Malam hari tidak terdengar suara takbiran, bahkan hari raya Idul Fitri bukan merupakan libur nasional, sehingga kegiatan training tetap berjalan seperti biasa.  

Jam 5 pagi saya sudah bangun, sambil menunggu waktu shalat subuh, saya mandi.  Setelah shalat subuh, saya dan delapan temen dari Indonesia ke halte bus untuk menuju masjid di kompleks Islamiche Geaminde Saarbrücken.  Bus kami berangkat jam 6.40, setelah pindah bis di halte Saarcenter, bus kami sampe di masjid jam 7.40.  Di masjid masih sepi, sama sekali tidak tampak adanya kegiatan yang menunjukan bahwa hari ini adalah hari raya Idul Fitri, yang di Indonesia biasa kita sambut dan peringati dengan sangat istimewa. Hanya ada petugas yang sedang bersih-bersih dan nyiapin tempat shalat serta beberapa orang jamaah yang lebih dulu hadir di masjid.  Karena shalat ied memang baru akan dimulai jam 9-an.  Kami sengaja berangkat agak awal, karena khawatir terlambat, apalagi sebelumnya kami masih ragu tentang kepastian jam berapa mulai shalatnya.

Sedikit demi sedikit jamaah bertambah, salah seorang petugas masjid kemudian mulai memandu jamaah mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid, lafalnya agak beda dengan yang biasa kita lafalkan di Indonesia.  Begini lafalnya: Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Laailaha illallah, Allahuakbar, Allahuakbar, wa lillahilhamd. Nadanya pun hanya datar-datar saja, kurang syahdu, sehingga “Kurang mak nyeess di hati” kata Pak Hendra dari Salatiga. 

Sekitar jam 8.45 masjid yang berkapasitas lebih dari seribu orang itu pun penuh.  Sebagian besar jamaah berasal dari Timur Tengah (Arab).  Beberapa orang kami identifikasi sebagai orang Asia Tenggara, tapi kami belum yakin dari apakah dari Indonesia atau Malaysia. Jam 9.15 Semua jamaah diminta imam untuk merapatkan dan meluruskan barisan, shalat idulfitri akan segara dimulai.  Shalat ied berjalan cukup lama, karena surat-surat yang dibaca Imam panjang, baik di rakaat pertama maupun kedua.  Setelah shalat dilanjutkan khotbah Idul Fitri full in arabic, sehingga saya sulit memahaminya, kecuali ketika Imam menukil potongan ayat-ayat al-Qur’an atau hadist yang sudah pernah saya dengar.   Selesai shalat semua jamah saling bersalaman dengan sahabat, sadaura atau orang-orang di kanan kiri tempat shalatnya.  Ada juga yang ngatri mau bersalaman dengan imam, panjang sekali.  “Ied mubarok….Ied mubarok….”, kata mereka sambil bersalaman dan saling menempelkan pipi kiri, pipi kanan dua sampai tiga kali.

Selesai salam-salaman dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati kue-kue ala Arab, ngopi, minum susu atau teh sesuai selera.  Pada kesempatan itu saya bertemu dengan beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di sini.  Ada Rezky dari Cinere Jakarta Selatan, Suryo dari Tambora, Gustiana dari Sumedang, dan lain-lain saya lupa namanya.  Kata mereka ada lebih kurang limapuluh mahasiswa Indonesia di Universität Saarland. Selesai shalat kami pulang ke appartemen jam 12-an siang.   Sepi banget….! Nggak ada kue lebaran, nggak ada ketupat/lontong opor, nggak ada semur daging, sayur kacang dan sambal.  Nggak ada juga orang yang saling berkunjung dari rumah ke rumah, nggak ada anak berebut “salam tempel” dari ayah, ibu, paman, bibi, atau kakek nenek mereka. Tapi tak apalah, pilihan sudah diambil, mudah-mudahan hal ini tidak mengendurkan semangat kita untuk tetap bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan terbaik yang Allah berikan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Selamat Idul Fitri 1429 Hijriah. Taqabalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf yang terjadi selama ini. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, Amien….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: