Oleh: sumadiklaten | 10 November 2008

Jadwal Shalat Maju Satu Jam!

Sekedar berbagi cerita aja, ini adalah pengalaman tentang perubahan jam di Eropa yang mungkin tidak akan pernah kita alami di Indonesia…..

 

Selasa 21.10 jam 18.00 di kafetaria, tempat para peserta makan diadaain Herbfest, semacam pesta untuk menyambut datangnya musim gugur.  Acaranya biasa kayak pesta2, ada nyanyi, nari2 dan lain2.  Hanya saja nggak ada acara masak2 kayak di Saarbrücken. Semua makanan disediaiin oleh panitia, bahkan dipanggilin pemain musik profesional Roberto Morino, penyanyi dan pemusik dari Meksiko yang sudah mukim di Mannheim. Katanya sich sangat terkenal di Jerman, tapi saya nggak tahu tuch…  Tampilan dari masing2 kontingen, Indonesia, China, dan Arab sifatnya hanya untuk ngisi waktu aja. Saya sengaja hanya ngelihat sebentar sampe kontingen kita tampil, soalnya nggak enak juga ama temen2,  kalo nggak ikutan ama sekali. Mereka kan udah bela2in menterjemahkan lagu mama sayang beta ke dalam bahasa Jerman barang je, he he, he. Saya masuk kamar jam 9an kali, tapi ternyata pestanya banter banget! masuk juga suaranya ke dalam kamar. Ah itung2 buat hiburan sambil ngapalin, kan besuknya mau wochen test. 

 

Musim gugur tahun ini secara resmi menurut penanggalan masehi jatuh pada hari Sabtu, 26.10.  Beberapa jenis tanaman di sini ada yang sudah gundul, tapi masih ada juga yang masih hijau atau baru mulai menguning daunnya.  Penentuan tanggal pergantian musim ini didasarkan pada posisi bumi terhadap matahari.  Mulai tanggal itu kalo kita lihat matahari mulai berada di selatan katulistiwa, sehingga belahan bumi di sebelah utara (termasuk Eropa) akan mengalami waktu siang hari lebih pendek sedangkan malam hari lebih panjang. Malam hari sebelum tidur semua orang di Eropa Barat mengundurkan kemabli tanda waktu di jamnya satu jam. Misalnya saya berangkat tidur jam 11.00 malam, maka sebelum tidur saya undurkan jam saya menjadi jam 10.00. Dengan demikian jadwal shalatnya mulai subuh minggu pagi berubah maju satu jam. Pengalaman yang tidak akan pernah dialami di daerah katulistiwa, seperti di Indonesia.

 

Perubahan jadwal ini sangat bagus, karena jadwal kursusnya orang Jerman ini kaku banget, misalnya untuk jum’atan.  Pada prinsipnya diperbolehkan, tapi pembelajaran tetap dimulai jam 13.30, padahal waktu duhur pekan2 kemaren jatuhnya jam 13.15.  Akhirnya teman2 Arab ngadain jum’atan di depan kavetaria. Saya ragu dengan kesucian tempatnya, jadi saya putuskan untuk ijin ama Frau Dick, Lehrerin kami, bahwa saya mau ke mesjid untuk jum’atan. Oke, Sie mussen in der klase um 13.45 zurügkommen” katanya“Danke schon”, kata saya.  Abis makan siang saya langsung ganti baju pake jas hitam  terus cepet2 jalan ke masjid kaum Turkistan.  Orang2 di sini kalo sholat nggak pada pake sarung, mereka yang tua2, kebanyakan pake celana hitam dan jas, sedangkan yang muda pake celana jeans dan jaket atau sweater atau baju hangat lainnya.

 

Setelah berjalan sekitar 8 menit, jam 13.11 saya sampe di masjid, jamaah sedang mendengarkan tausiah dari ulama masjid dalam bahas Turky. Jam 13.15 adzan dikumandangkan, tapi tausiah jalan terus.  Selesai adzan tausiah ditutup dengan salam, kemudian muadzin mempersilakan shalat sunah kobliah jum’at.  Saya kagok  pada posisi duduk agak depan, karena saya cuma shalat sunah 2 rekaat, sementara semua orang shalat sunah 4 rakaat. Tahu gitu saya duduk di belakan aja, he he he.  Abis shalat sunah, muadzin adzan lagi, terus khatib naik mimbar dengan diringi shalawat oleh muadzin.  Saya perhatikan persis persis 3 menit khutbah sudah usai. Lho kok cepet amat? Emang.  Soalnya khatib cuman mbacain rukun khotbah dalam bahasa arab saja.  Setelah duduk diantara dua khutbah, khatib berdoa sendiri, pelan dan pendek banget serta nggak pake diamini oleh makmum.  Shalat jum’at hanya sekitar 5 menit.  Jam 13.35 shalat jum’at selesai.  Saya buru2 turun dari masjid untuk kembali ke kelas. Eh di depan pintu masuk ada 3 temen perserta program Sosial Security dari Indonesia yang baru nyampe. Wah telat mas…. shalat ist fertig, kata saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: