Oleh: sumadiklaten | 21 Februari 2009

SISTEM GANDA PADA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEJURUAN DI JERMAN

SISTEM GANDA PADA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEJURUAN DI JERMAN

 Sumadi, S.Pd., M.Si

Tujuan tulisan ini adalah untuk menginformasikan karakteristik struktur dan elemen-elemen kunci utama dari Sistem Ganda.  Dengan demikian diharapkan dapat menjadi titik mula (Starting Point) diskusi yang menarik mengenai sistem ini, modifikasinya  dan bentuk-bentuk lain dari pendidikan dan pelatihan kejuruan.

Sistem Pendidikan Jerman

Sistem Pendidikan Jerman dideskripsikan seperti pada gambar di bawah ini.  Gambar tersebut menjelaskan system pendidikan di Jerman yang terdiri atas sektor-sektor Primer, Sekunder dan Tersier.  Pada masing-masing sektor terdapat tipe-tipe sekolah.

struktur-pdk-jerman

Sumber : Abraham, Bildungs- und Ausbildungssystem

Hubungan antara kelompok umur degan jenjang pendidikan menunjukkan waktu yang tepat bagi peserta didik untuk memasuki jenjang yang relevan. Variasi luasan blok pada masing-masing tipe sekolah tidak menggambarkan banyaknya populasi peserta didik pada tipe sekolah tersebut.

Anak-anak wajib masuk sekolah secara full time mulai umur enam tahun, periode ini berlangsung sampai anak berumur sembilan tahun (di beberapa negara bagian sampai sepuluh tahun).  Setelah menyelesaikan periode ini, anak muda tidak harus masuk sekolah secara full time, tetapi bisa juga masuk sekolah part time (sekolah kejuruan) selama tiga tahun. Secara sederhananya, anak-anak di Jerman harus sekolah mulai umur 6 hingga 18 tahun.

Setelah empat tahun di sekolah dasar (Grundschule), anak dapat memasuki jenjang pendidikan sekunder yang terdiri atas Hauptschule, Realschule, Gymnasium, dan Gesamtschule. Dari sini kemudian siswa melanjutkan ke Berufsschule, Berufsfachschule, atau Gymnasium tergantung pada kemampuan akademisnya.

Sistem Ganda

Sistem Ganda  sebagai suatu bentuk yang dominan pada Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Jerman telah dikenal luas di dunia.  Sistem ini sudah secara tradional sejak 700 tahun yang lalu dan berakar pada permulaan abad pertengahan.  Seiring perjalalan waktu,  sistem ini telah berkembang secara mantap dan membawa perubahan pada masyarakat, ekonomi, dan teknologi tanpa kehilangan identitas sebagai suatu bentuk pelatihan yang paling sesuai dengan ekonomi dan pasar kerja. Kemapuannya untuk mengadopsi perubahan situasi merupakan alasan utama kesuksesan Sistem Ganda pada masa lalu, sekarang dan (mungkin juga) pada masa depan.

Tujuan Utama Sistem Ganda

Tujuan utama Sistem Ganda adalah untuk menjamin secara berkelanjutan keterserapan tenaga kerja pada pasar kerja tertentu sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan individu. Untuk memenuhi permintaan ini pendidikan dan pelatihan harus mengembangkan kualifikasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan hasil kinerja secara independen.  Hal ini memerlukan pengembangan dan kombinasi fungsional, ekstra-fungsional, dan qualifikasi sosial.

Struktur Sistem Ganda

Struktur Sistem Ganda di Jerman dibatasi pada empat aspek, yaitu pemilahan tanggungjawab untuk pendidikan/pengajaran teori dan pelatihan praktik, pembagian waktu pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pengorganisasi pendidikan dan pelatihan serta konsentrasi pada mata pelajaran utama dalam pembelajaran teori.

Pembelajaran Teori

Republik Federasi Jerman (BRD) terdiri atas 16 negera bagian (Länder). Masing-masing negara bagian memiliki otonomi dalam bidang budaya, termasuk di dalamnya berwenang dalam bidang pendidikan. Pembelajaran teori yang diperlukan suatu bidang pekerjaan dilaksanakan di sekolah.  Sekolah bekerja dengan kurikulum/silabus yang hanya berlaku di suatu negara bagian tertentu. Silabi tersebut berdasar pada masing-masing bidang kejuruan yang dikembangkan dibawah tangung jawab sebuah lembaga permanen yang beranggotakan Menteri Kebudayaan dari 16 negara bagian yang disebut Kultus Ministerium Konferenz (KMK). Jaminan ini mencakup juga validitas hasil pendidikan di Jerman. Dengan kata lain, masing-masing negera bagian diperbolehkan untuk mengintegrasikan silabi sesuai dengan kondisi spesifik untuk situasi aktual di negara bagian tersebut.  Pembelajaran teori di sekolah menckup juga pembelajaran praktik yang diperlukan untuk memahami suatu teori tertentu.  Monitoring pelaksanaan pembelajaran teori di lakukan oleh masing-masing negara bagian.

Pelatihan Praktik

Seluruh kegiatan pelatihan praktik dilaksanakan di perusahaan sesuai dengan bidang kerja yang harus dipelajari.  Pelatihan juga meliputi teori-teori yang dibutuhakn untuk memahami suatu kegiatan praktik dan untuk bekerja secara profesional.  Misalnya Matematika, Fisika, Kimia atau Biologi tidak diajarkan sebagai satu mata pelajaran khusus, tetapi include dalam pelatihan praktik kejuruan. 

Perusahaan bertanggungjawab untuk seluruh proses kegiatan pelatihan.  Tanggung jawab tersebut di secara keseluruhan dijankan bersama dengan Kementerian Ekonomi Federal (BRD) yang meng-organisir kerangka pengembangan pelatihan dan peraturan-peraturan yang diperlukan untuk pelaksanaan pelatihan kejuruan dalam suatu kerangka kerja.  Kontrol terhadap jalannya pelatihan didelegasikan dari pemerintah kepada suatu lembaga yang disebut Industrie- und Handelskammer (IHK) dan Handelskammer (HK), semacam Kamar Dagang dan Industi (KADIN) di Indonesia. IHK atau HK beranggotakan perusahaan dan para professional pada bidang pekerjaan tertentu. Tabel berikut ini menggambarkan pembagian tugas dan kewenangan antara sekolah dan perusahaan dalam pendidikan sistem ganda di Jerman.

Tempat belajar Perusahaan

(Lernort Betrieb)

Tempat belajar SMK

(Lernort Berufsschule )

Diatur dengan Undang-undang Diklat Kejuruan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Federal (Berufsausbildungsgesetz/BBiG)

Diatur dengan Undang-undang Tentang Sekolah yang dikeluarkan oleh Negara Bagian (Schulgesetz)

Antara peserta pelatihan dengan perusahaan diikat dengan suatu kontrak pelatihan (Berufsbildungsvertrag)

Antara siswa dengan sekolah diikat dengan suatu kewajiban untuk sekolah (Schulpflicht)

Jalannya pelatihan diatur dengan Tataurutan Pelatihan (Ausbildungsordnung)

Pembelajaran mengacu pada kurikulum (Lehrpläne)

Bertanggungjawab pada pelaksanaan pelatihan praktik kejuruan (praktische Berufsausbildung)

Bertanggungjawab pada tranfer ilmu penge-tahuan teori (theoritische Unterweisung)

Pembagian Waktu

Pendidikan dan pelatihan kejuruan umumnya berlangsung anatar 3 sampai 3,5 tahun. Sekolah dan perusahaan mempunyai tanggung jawab dan kerja bersama untuk melaksankan pendidikan dan pelatihan kejuruan yang berkualitas.  Mereka membagi waktu pendidikan dan pelatihan sedemikian rupa sehingga peserta diklat (Auszubildender-in/ Lehrlinger-in) memperolah 3-4 hari praktik di perusahaan dan 1-2 hari belajar di sekolah atau 3-4 minggu di perusahaan dan 1-2 minggu di sekolah. Pada pertengan pelaksanaan diklat, biasanya pada akhir tahun kedua, peserta diklat harus menempuh ujian pertengahan (Zwischenprüfung). Ujian ini tidak menyebabkan pembatasan ataupun keuntungan.  Ujian ini hanya dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada sekolah, perusahaan dan peserta diklat itu sendiri tentang level kemampuan yang telah dicapainya.  Setelah menempuh ujian akhir (Abschlußprüfung) dan dinyatakan lulus, peserta diklat mendapat surat keterangan sebagai tenaga terampil pada bidang tertentu.

Pengorganisasian Diklat

Hal yang terpenting pada tahun pertama diklat (1. Ausbildungsjahr) adalah pengorganisasian bentuk dari diklat dasar.  Keterampilan praktik dan isi teori merupakan bagian dari rencana diklat dan silabi yang spesifik  untuk  proses kerja sesuai bidang kerjanya.

Tahun kedua diklat (2. Ausbildungsjahr) adalah tahap spesialisasi pertama, tetapi spesialisasi ini masih bersifat luas.  Spesialisasi ini berorientasi pada kemampuan khusus yang essensial pada suatu skup kelompok kejuruan kecil.

Tahun ketiga diklat (3. Ausbildungsjahr) dan tahun keempat diklat (4. Ausbildungsjahr) difokuskan pada spesialisasi keterampilan khusus dari suatu bidang kerja dan yang secara khusus diperlukan oleh tempat kerja.

Konsentrasi pada Mata Pelajaran Utama Teori

Walaupun silabi kurikulum dapat berbeda pada masing-masing negera bagian, sebagian besar negara-negara bagian mengacu pada keputusan pendidikan yang sama, yaitu menempatkan teknologi atau subyek kejuruan sebagai disiplin utama ke dalam fokus pembelajaran teori.

Semua mata pelajaran dirancang untuk mendukung pambelajaran kejuruan utama.  Isi dan tujuan pembelajaran yang merupakan bagian dari bidang kejuruan yang sesuai harus dipilih untuk pengembangan/perluasan semaksimal mungkin.  Seluruh tujuan diklat berorientasi pada aktivitas dan kehususan bidang kejuruan, baik dalam hal isi maupun pelaksanaannya.

 

Referensi

1.        Bundesministerium für Bildung und Forschung, Berufsbildunggesetz, Stand 11.04.2005.

2.        Handout Pelatihan, The Dual System of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Germany

3.        Handout Pelatihan, Bildung- und Ausbildungssystem


Guru SMK Negeri 1 Trucuk Klaten, Saat ini sedang mengikuti International Leadership Training (ILT) INWENT Germany (01.0908 – 31.08.09)


Responses

  1. pak Madi, terima kasih atas artikelnya. saya mohon ijin utk di download, karena utk penelitian tesis.
    boleh diskusi pak kapan-kapan?.
    Pernah ada yang meneliti nggak utk tesis?

  2. Ass. Pak Madi, saya tertarik dengan sistem pendidikan kejuruan di jerman. Kira2 kalau ingin mencari literatur yang lebih dalam lagi tentang sistem pendidikan kejuruan teknik tersebut di Jerman gimana caranya, Mungkin Pak Madi bisa memberi saran. Terima Kasih. Wassalam. Mustari

    • Ass. Terima kasih Pak Madi….atas info linknya. Kapan2 kita sharing tentang Penerapan Pendidikan teknik yang lebih baik di Indonesia. Wassala. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.

  3. thank u 4 all informations.bravo

  4. Apakah perbedaan sistim pendidikan teknik ( STM ) dengan SMK

  5. Ya. tulis semua pengalaman Pak Madi selama di Jerman . Untuk studi pembanding dan tolok ukur pendidikan kejuruan di Indonesia umumnya dan Sekolah kita khususnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: