Oleh: sumadiklaten | 4 Maret 2009

Sekolah di SMK Seratus Persen Gratis dan Memperoleh Gaji: MUNGKINKAH?

Sejak tanggal 19 Januari 2009 saya melaksanakan kegiatan magang (dalam Bahasa Jerman disebut Praktikum) di sebuah lembaga pelaksana pelatihan kejuruan di kota Magdeburg, kira-kira 100 km arah baratdaya dari ibukota Jerman, Berlin .  Magdeburg adalah ibukota Negara Bagian Sachsen-Anhalt, salah satu negara bagian yang pada masa perang dingin berada di wilayah Republik Demokrasi Jerman (DDR) atau yang lebih kita kenal sebagai Jerman Timur.  Tempat magang saya bernama Bau Bildung Zentrum Magdeburg (www.bbzm.info), yaitu sebuah pusat pendidikan dan pelatihan di bidang kerja bangunan. Membangun gedung, membuat jalan, memasang rel kereta api, mengecat, membuat kanalisasi kota, memasang instalasi pemipaan, membuat meubel, membuat taman dan landscaping adalah beberapa jenis pekerjaan yang bisa dipelajari di sini.

Di BBZM peserta diklat mengikuti pelatihan di lini perusahaan (baca juga: Sistem Ganda pada Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Jerman). Ada yang menarik dari pelaksanaan diklat dengan sistem ganda di BBZM dan lembaga-lembaga diklat lainnya di Jerman, yaitu bahwa selama sekolah di SMK, peserta diklat tidak dikenai biaya sepeser pun alias 100% GRATIS! Yang lebih membuat saya tercengang adalah selain gratis peserta diklat memperoleh vergütung, semacam uang bonus kompensasi bulanan. Tidak disebut sebagai gaji, karena peserta diklat masih dalam masa training dan kebanyakan mereka masih berumur di bawah 18 tahun.

Pendidikan sistem ganda adalah suatu model penyelenggaran pendidikan pada dua unit organisasi, sekolah dan perusahaan. Secara umum sekolah bertugas menyusun kurikulum, mengatur jadwal pembelajaran dan melakukan transfer pengetahuan serta mencarikan perusahaan untuk tempat pelatihan kejuruan.  Sedangkan tugas perusahaan adalah membuat kontrak pelatihan dengan peserta diklat dan mengatur jalannya pelatihan.

Segera sebelum pelaksanaan pelatihan, antara peserta diklat dan perusahaan penyelenggara pelatihan harus menandatangani suatu kontrak perjanjian. Isi kontrak perjanjian antara lain:

1.      Jenis dan tujuan pelatihan

Pada bagian ini dijelaskan jenis dan tujuan pelatihan yang akan diikuti oleh peserta diklat, misalnya untuk menjadi pembuat taman dan landscaping (Garten-und  Landschaftsbau), pekerja konstruksi kayu (Holzbearbeiter), atau pembuat meubel (Tischler), dan sebagainya.

2.      Kapan mulai dan berapa lama waktu pelatihan

Kegiatan pelatihan berlangsung antara 2 hingga 3,5 tahun tergantung jenis pekerjaan yang dipilih, tetapi umumnya 3 tahun.  Dalam kontrak disebutkan tanggal mulai menempuh pelatihan sampai batas waktu berakhirnya pelatihan. Waktu pelatihan dibagi menjadi satuan semester. Pelatihan biasanya dimulai bulan September tahun pertama pelatihan hingga bulan Agustus tahun ketiga pelatihan.

3.      Jenis pelatihan tambahan di luar pelatihan utama

Jika ada dan diperlukan pelatihan tambahan untuk mendukung pekerjaan yang akan digeluti peserta diklat setelah lulus sekolah, maka dalam kontrak juga harus disebutkan jenisnya.  Misalnya untuk menjadi seorang pembuat taman dan lanskap diperlukan keahlian mengoperasikan alat berat, ekskavator, buldozer, forklift dan sejenisnya.

4.      Lama  waktu pelatihan dan pengaturan hariannya

Mengacu pada Undang-undang Perlindungan Pekerja Anak (Jugendsarbeitschutzgesetz), waktu pelatihan harian diatur maksimal 8 jam per hari, 5 hari per minggu atau maksimal 40 jam per minggu.  Secara berkala peserta diklat mengunjungi sekolahnya untuk mendapatkan pelajaran teori.

5.      Lama  masa percobaan

Sebelum peserta secara resmi diterima untuk mengikuti program diklat di perusahaan, peserta harus menempuh masa percobaan antara 1-3 bulan.

6.      Perhitungan dan banyaknya kompensasi yang akan diterima peserta pelatihan

Untuk kegiatan pelatihannya, peserta memperoleh bonus kompensasi yang wajar yang besarnya tergantung pada jenis pelatihan, tahun pelatihan, pendidikan SMP sebelumnya dan jenis keterampilan yang telah dimiliki sebelumnya.  Sebagai contoh untuk peserta pelatihan pada bidang taman dan lanskap memperoleh bonus kompensasi per bulan pada tahun pertama sampai tahun ketiga berturur-turut 282 euro, 296,10 euro dan 310,90 euro. Angka yang relatif besar untuk ukuran pekerja di Indonesia, apalagi bila dikurs dengan Rp 15.000 per euro!

7.      Lama waktu liburan

Selama mengikuti pelatihan, peserta diberi kesempatan liburan (urlaub) sesuai kontrak kolektif pada kelompok pelatihanya. Lamanya liburan adalah 10 hari kerja pada tahun pertama, selanjutnya 30 hari kerja pada tahun kedua dan30 hari kerja pada tahun ketiga. Liburan dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu liburan musim dingin (winter fereien) dan liburan musim panas (sommer fereien).

8.      Persyaratan penghentian kontrak perjanjian

Penghentian hubungan diklat antara peserta dengan penyelenggara dapat terjadi secara normal, yaitu melelui proses ujian pada akhir masa diklat. Selain itu dapat juga secara tidak normal, yaitu pada masa percobaan, atau setelah masa percobaan karena alasan tertentu yang penting.  

9.      Ketentuan umum tentang perjanjian, opreasional dan pelayanan.

Di dalam kontrak juga diuraikan tugas dan kewajiban masing-masing pihak, yaitu:

No.

Penyelenggara pelatihan/pelatih

Peserta pelatihan

1.

Memberikan pengetahuan yang sesuai dan keterampilan yang memadai

Menjalankan tugas dengan hati-hati

2.

Melaksanakan diklat secara mandiri atau mendatangkan pelatih dari luar

Ikut serta semua kegiatan pelatihan

3.

Menyediakan alat, bahan dan sarana pelatihan secara gratis/bebas biaya

Mengikuti semua instruksi dari penyelenggara pelatihan dan/atau pelatih sebagaimana diatur dalam kerangka pelatihan kejuruan

4.

Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengunjungi sekolahnya

Menjaga ketertiban

5.

Membentuk karakter peserta pelatihan dengan tanpa membahayakan moralitas dan fisiknya

Menangani secara baik dan benar peralatan kerja, mesin dan fasilitas yang digunakan

6.

Mengarahkan semua tugas hanya pada  pencapaian tujuan pelatihan

Menjaga rahasia perusahaan

7.

Memberikan surat keterangan kepada peserta pada akhir masa pelatihan

 

 

Pada akhir masa diklat diadakan ujian akhir, kemudian hubungan diklat diakhiri dengan suatu serifikat kelulusan diklat.  Tidak semua peserta dapat mengikuti ujian akhir. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah tingkat kehadiran dalam pelatihan.  Seorang peserta diklat boleh mengikuti ujian akhir bila selama masa diklat sesuai kontrak, dia tidak hadir maksimal 15% jam pelatihan.  Ketidakhadiran tersebut bisa karena sakit, ijin atau tanpa keterangan.

Jika peserta diklat tidak lulus pada ujian akhir, mereka bisa memperpanjang masa diklat sampai ada kesempatan ujian ulangan, selama-lamanya satu tahun. Jika pada kesempatan ujian ulangan yang terakhir dia tetap tidak lulus, maka dia tidak bisa bekerja pada profesi yang telah ditempuh pelatihannya.  Dia harus memulai dari awal suatu pelatihan untuk jenis bidang pekerjaan/profesi lainnya, karena tanpa sertifikat profesi, seseorang tidak akan pernah bisa bekerja di sektor formal tertentu.

 

Referensi:

1.      Bundesministerium der Justiz, Sozialgesetzbuch (SGB) Drittes Buch (III) -Arbeitsförderung – (Artikel 1 des Gesetzes vom 24. März 1997, BGBl. I S. 594)

2.      Bundesministerium der Justiz, Gesetz zum Schutz der arbeitenden Jugend (Jugendarbeitsschutzgesetz -JArbSchG)

3.      Bundesministerium für Bildung und Forschung, Berufsbildungsgesetz (BBiG) vom 23. März 2005 (BGBl. I S. 931)

4.     Deutsche Industrie- und Handelskammertag (DIHK), Berufsausbildugsvertrag.

5.      Deutsche Handwerkskammer (DHWK), Berufsausbildugsvertrag.


Responses

  1. Saya pikir, bisa. Sebenarnya anggapan publik soal biaya pendidikan yg kelihatan begitu mahal krn mereka menganggab uang begitu banyaknya dikemanakan melihat, misal bagunan tetap sama,fasilitas tetap sama tetapi biaya yg dikeluarkan terus meningkat dan hal tsb tdk berbanding lurus dg hasil pencapaian dari biaya yg dikeluarkan tsb. Bukan sesuatu yg aneh memang biaya pendidikan di kita relatif mahal, krn faktor keterbukaan tidak ada disitu. Sekolah mungkin mengelola biaya dri ortu murid dg baik tetapi jika tdk di informasikan kpd publik hal tsb sia2 krn apa, krn ketidaktahuan ortu mengenai kegunaan biaya yg sesungguhnya. Saya pikir, kita jgn bicara biaya pendidikan gratis atau murah jika sistem pengelolaan biaya pendidikan dan terutama terkait informasi biaya tsb yg seharusnya menjadi konsumsi publik tidak diperbaiki, bahkan cenderung ditutup-tutupi… Memang melihat permasalahan pendidikan di Indonesia harus komprehensif krn memang sudah diperumit oknum2 yg tidak bertanggungjawab yg sering timbulnya pungli dan korupsi juga akibat dari tidak adanya keterbukaan tadi, baik level Kementrian pendidikan pusat, Dinas daerah, sampai level sekolah. Dan pemecahan berbagai masalah2 ini bukan hanya tugas lsm, tpi tugas kita bersama, saya sebagai siswa dn bapak sebagai pihak sekolah dan pihak sekolah yg bersinergi dg instansi-instansi terkait. Maaf jika komentar saya terlalu banyak dan mungkin ada kesalahan. Trimakasih

  2. bagus pak, kalo SMK bisa Gratiss, biar pada banyak siswa masuk SMK terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah! tapi standar mutu tetap harus diperhatikan dong!

    • Tentu…. saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: