Oleh: sumadiklaten | 22 Maret 2009

Uji Kompetensi pada Pendidkan Sistem Ganda di Jerman

Selama menempuh diklat, seorang peserta harus menempuh sekurang-kurangnya dua kali ujian, yaitu ujian pertengahan (Zwischenprüfung) yang dilaksanakan pada akhir semester pertama tahun diklat ke dua dan ujian akhir (Abschlussprüfung) yang dilaksanakan pada akhir masa diklat.

Ujian diatur dan dilaksanakan oleh sebuah komisi yang dibentuk oleh lembaga independen.  Terdapat  banyak  lembaga independen/asosiasi di Jerman yang bergerak pada bidang kejuruan/profesi masing-masing, diantaranya Industri- und Handelkammer (IHK), Handwerkskammer (HWK), Landwirtschaftskammer (LWK)/Pertanian, Gesundheitkammer/ Kesehatan, Psychotherapeuten- kammer, Apothekerkammer, dll.  Lembaga-lembaga tersebut berwenang dan bertanggungjawab melaksanakan ujian serta menjamin keabsahan hasil ujian. Dalam pelaksanaannya kewenangan tersebut meliputi pembentukan komisi ujian, penugasan penguji, penjadwalan ujian, penyusunan soal ujian, pelaksanaan ujian, penilaian dan sertifikasi hasil ujian.

Pada tanggal 12 Maret 2009, saya berkesempatan hadir segabai tamu pada ujian pertengahan bidang pekerjaan Pembuatan Taman dan Landskaping (Gartner- und Landschaftbau) yang dilaksanakan di BBZM, Magdeburg.  Berikut laporannya…..

Komisi Ujian dan Tim Penguji

Komisi ujian  terdiri atas 20 sampai 30 orang yang berasal dari perwakilan perusahaan pemeberi kerja (1/3), perwakilan serikat pekerja (1/3) dan perwakilan guru/pelatih (1/3).  Komisi ujian dipilih dan ditetapkan untuk masa bakti selama 2 tahun.  Dalam pelaksanaan tugasnya, komisi ujian bertanggungjawab kepada kammer, dalam hal ini Landwirtschaftskammer. Untuk pelaksanaan ujian, komisi ujian menugaskan tim penguji yang terdiri atas sekurang-kurangnya 3 orang dengan komposisi sama dengan komisi ujian.  

Bentuk, Materi dan Waktu Ujian

Ujian dilaksanakan dalam bentuk tulis, praktik dan wawancara. Antara kedua jenis ujian tersebut dilaksnakan pada waktu yang berbeda, misalnya ujian yang saya hadiri ini, ujian tulisnya telah dilaksanakan pada tanggal 23 Pebruari 2009, sedangkan ujian wawancaranya dilaksanakan setelah penilaian hasil ujian praktik.  Materi ujian tulis meliputi dasar-dasar budidaya tanaman, pengetahuan teoritis penunjang parktik kejuruan, hitungan kebutuhan lahan, kebutuhan bahan dan alat, hitungan biaya, dan kewarganegaraan (Sozialkunde). Waktu yang tersedia untuk ujian tulis adalah 3 jam dan dilaksankan secara bersama-sama dengan peserta dari sekolah lain.

Pada ujian praktik, peserta uji mula-mula harus mengidentifikasi  tanaman hias ornamen taman yang meliputi nama Jerman, nama latin, ciri khas, masa hidup tanaman, dll.  Selanjutnya mereka memperoleh lembar tugas praktik untuk dibaca dan dipelajari selama 15 menit.  Setelah paham tentang tugas-tugas apa yang harus dilaksanakan, peserta menyiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan, kemudian mulai melaksanakan tugas ujian.  Setiap peserta memperoleh waktu ujian praktik selama 3 jam.  

Setelah dilakukan penilaian atau kadang juga sembari dilakukan penilaian, peserta menempuh ujian wawancara.  Pada wawancara penguji menanyakan berbagai hal tentang kegiatan praktik yang telah dilaksanakan, misalnya bagaimana cara menentukan titik tertentu, mengapa tanaman harus diperlakukan begini/begitu, berapa banyak kebutuhan bahan tanam, mengapa sebanyak itu, dll. Lamanya waktu wawancara sekitar 30 menit, sehingga dalam sehari biasanya hanya dilaksanakan ujian praktik dan wawancara tidak lebih dari enam orang.

Portofolio Peserta Ujian

Selain mengawasi pelaksanaan ujian praktik, penguji juga memeriksa bukti belajar/portofolio yang harus diserhakan oleh peserta ujian.  Portofolio dikemas dalam sebuah schnelhekter besar yang berisi antaralain:

1. Zeugnis yaitu laporan hasil belajar semacam raport untuk mata pelajaran teori yang sudah ditempuh, 3 semester untuk Zwischenprüfung dan 5 semseter untuk Abschlussprüfung. 

2. Rencana kegiatan belajar selama 3 tahun yang ditandatangan oleh peserta diklat dan pelatih.

3. Daftar perusahaan tempat peserta uji menempuh praktikum/magang dan sertifikat yang diperoleh.  

4. Jurnal kegiatan belajar harian/mingguan yang ditandatangani oleh peserta diklat dan pelatih.

5. Rekapitulasi jurnal kegiatan belajar sampai dengan saat menempuh ujian yang ditandatangani oleh peserta diklat dan pelatih.

6. Herbarium jenis-jenis tanaman yang sudah dipelajari. Sebelum menempuh ujian pertengahan, peserta diklat sekurang-kurangnya harus telah mempelajari 40 jenis tanaman hias taman, 25 diantaranya diujikan.  Sedangkan untuk menempuh ujian akhir, peserta diklat wajib telah mempelajari sekurang-kurangnya 60 jenis tanaman dan 40 diantaranya diujikan.  Jenis tanaman yang diujikan ditentukan secara acak oleh pembuat soal ujian. Hal-hal yang dicantumkan pada herbarium meliputi nama botanik, nama Jerman, famili, penjelasan ciri khas tanaman dan herbarium atau foto tanaman.

7.  Rangkuman/tulisan peserta diklat mengenai thema kewarganegaraan umum, issue perlindungan lingkungan hidup, tanaman, pertamanan dan landskap. Masing-masing thema sekurang-kurangnya satu tulisan.

8. Rangkuman mengenai program perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman.  

9. Pengetahuan tentang organisasi pekerja bidang pertamanan dan landskap.

10. Daftar bacaan literatur dan media tentang tanaman.  Pada bukti belajar ini, peserta diklat menuliskan judul literatur, pengarang/tim redaksi dan penerbit buku/majalah/media yang dipelajari.

Alat, Bahan dan biaya Ujian

Untuk menempuh ujian, peserta tidak dikenakan biaya sama sekali.  Semua bahan praktik ujian dan lat-alat yang besar disediakan oleh sekolah/ penyelenggara ujian, sedangkan alat-alat kecil disedikan secara pribadi oleh peserta, misalnya mistar, palu kecil, alat tulis, dan lain-lain.

Pengumuman Hasil Ujian

Sesaat setelah penilaian hasil praktik dan wawancara, tim penguji mengadakan sidang/rapat.  Dengan menggunakan rumus-rumus perhitungan serta berdasarkan nilai ujian tulis, ujian praktik dan wawancara, tim penguji menentukan apakah dinyatakan lulus atau tidak lulus.  Pengumuman lulus/tidak disampaikan pada hari itu juga, sesaat setelah tim penguji melaksanakan rapat.  Surat keterangan resmi dari Kammer diberikan selambat-lambatnya 15 hari setelah peserta dinyatakan lulus.  Walaupun demikian, peserta sudah bisa mulai mencari kerja dengan surat keterangan lulus tersebut. 

Ujian Ulang/Perbaikan

Hasil ujian pertengahan tidak mengharuskan peserta yang tidak lulus mengulang, tetapi apapun hasil ujian pertengahan menjadi bahan evaluasi dan umpan balik bagi peserta diklat dan pelatih/sekolah/penyelenggara diklat.  Bagi peserta diklat yang dinyatakan tidak lulus pada ujian akhir, diberi kesempatan untuk menempuh ujian perbaikan/ulangan pada masa ujian berikutnya sebanyak dua kali, selambat-lambatnya satu tahun setelah ujian akhir yang pertama ditempuh.  Bila dalam dua kali kesempatan ujian perbaikan peserta tersebut tetap tidak mampu lulus, maka baginya tertutup kesempatan untuk memasuki bidang pekerjaan itu.

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: