Oleh: sumadiklaten | 14 April 2009

Pendidikan Kejuruan Berbasis Kompetensi; Konsep Dasar (1 dari 3 tulisan)

Pengantar: Tulisan berikut ini adalah rangkuman materi-materi seminar yang diterbitkan oleh InWEnt gGmbH, Jerman. Materi-materi tersebut saya rangkum dan sajikan menjadi 3 tulisan: Kosep Dasar, Kemampuan Profesional, dan Bagaimana Metode untuk Mengembagkan Kompetensi?  Selamat membaca….

Apa yang dimaksud dengan kompetensi?

Secara fungsional kompetensi berkenaan dengan sekelompok keterampilan dan pengetahuan yang diterapkan untuk melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan oleh suatu bidang pekerjaan. Konsep ini berasal dari Inggris yang didasari atas pembahasan mengenai evolusi dari unjuk kerja sesuai dengan norma yang ada.

Berawal pada kritik terhadap pedagogis berbasis pengetahuan teoritis secara scholastik tradisional, Perancis mendefinisikan kompetensi dengan fokus konstruktifis, yaitu pengertian individual dan kolektif terhadap situasi produktif yang tergantung dari kompleksitas masalah yang mengakibatkan evolusinya.

Di Jerman pembahasan kompetensi berkaitan dengan definisi global tentang profesi yang lebih menekankan pada perbaikan proses training yang lebih bersifat holistik dan integratif.

Menurut Bunk (1994), sesesorang dikatakan mempunyai keompetensi profesional atau kemahiran untuk bekerja, jika orang tersebut mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaannya atau orang tersebut bisa melakukan tugasnya secara mandiri dan fleksibel serta bersedia dan mampu untuk melakukan perencanaan sebelumnya di tempat kerjanya atau di dalam struktur organisasi kerjanya.

Mengapa harus berbasis kompetensi?

Di kebanyakan negera Eropa, Jerman, Spanyol, Perancis, Inggris dan sebagainya beberapa tahun yang lalu telah diadakan reformasi pendidikan kejuruan agar terjadi link and match dengan kebutuhan pasar kerja dan sistem ketenagakerjaan.

Perubahan struktur pasar kerja, inovasi teknologi dan cara baru mengelola pekerjaan membutuhkan pengetahuan baru dan pengembangan bidang kompetensi, yang hingga kini jarang menjadi bagian sistem pendidikan kejuruan.

Pada tingkat perusahaan, faktor-faktor ini meliputi transformasi teknologi skala besar dan perubahan pengorganisasian yang mengakibatkan pola-pola kualifikasi profesional yang baru. Pendefinisan profesional sebagai regulator sistem, tidak lagi hanya megacu pada kemahiran untuk bekerja, tetapi juga mencakup kemampuan para pekerja untuk berinisitaif sendiri dan mempengaruhi secara mandiri sifat dari pekerjaan yang mendadi tugas dan tanggungjawabnya.

Perlunya pengembangan kualifikasi profeional baru dimaksudkan untuk menunjang kemampuan tenaga kerja dalam bidang:

  • Kerjasama tim (teamwork)
  • Kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri
  • Komunikasi dalam kerja kelompok
  • Kesadaran akan mutu sebagai kriteria
  • Kerjsama dalam kelompok secara multifungsional.

Jelaslah bahawa konsep komptensi dipengaruhi oleh proses perubahan yang berkelanjutan dan gagasan-gagasan yang berbeda yang dikembangkan pada waktu yang sama. Meskipun demikian semua ini mencermikan bahwa kebutuhan yang beragam akan kualifikasi berubah-ubah. 

Kompetensi apa saja yang dibutuhkan?

Kompetensi Teknik

Kompetensi teknik adalah perpaduan dari kemampuan kognitif dan keterampilan motorik yang diperlukan untuk suatu jabatan yang merupakan syarat pekerjaan itu. Ada dua aspek penekanan, yaitu aspek normatif dan aspek tuntutan jabatan. 

Di Jerman, secara normatif aspek kognitif didefinisikan dan divalidasikan oleh peraturan pendidikan kejuruan (Ausbildungsordnung) bidang pekerjaan yang bersangkutan.  Sedangkan secara analisis jabatan, kompetensi teknik didefinisikan sebagai suatu cara yang standar yang bisa diterapkan pada situasi profesional atau di tempat kerja.

Kompetensi Metodologis

Kompetensi metodologis adalah kemampuan untuk mencari informasi secara mandiri dan menguasai teknik belajar yang fundamental dan teknik di tempat kerja.  Selain itu seorang pekerja harus mengetahui bagaimana bereaksi terhadap keadaan di tempat kerja dan menerapkan prosedur yang sesuai dengan tugas yang diberkikan kepadanya.

Kemapuan beradaptasi

Perubahan teknologi berjalan begitu lajunya, sehingga kita tidak bisa mengharapkan bahwa sesesorang yang telah dididik satu kali dalam satu bidang, bisa melakukan tugasnya secara berkelanjutan tanpa batas. Pendidikan kejuruan harus dilihat sebagai pendidikan berkelanjutan dan bukan sebagai pendidikan pada satu tahap kehidupan seseorang.  Ini memerlukan kemampuan untuk memprakarsai dan ditambah investasi pada pembaharuan pengetahuan yang berkelanjutan.  Dengan demikian, sangatlah penting mengembangkan strategi didaktis yang baru dan inovatif yang merupakan basis metode belajar yang baru.

Kompetensi Sosial

Komptensi sosial merupakan kemampuan untuk bekerjasama dan berurusan dengan orang lain atas dasar perpaduan kemampuan untuk bekerjasama dan berkomunikasi. Dalam dunia kerja, bekerja dalam kelompok merupakan hal yang sangat penting. Salah satu faktor keberhasilan perusahaan di masa mendatang adalah: karyawan yang sangat terapil dan bermotivasi tinggi yang diorganisasikan dalam kelompok-kelompok!

Kompetensi Individual

Kemampuan untuk mengevaluasi diri, tanggung jawab, mengembangkan minat pribadi dan rencana hidup adalah bagian dari kemapuan individual.  Kemampuan ini sangat penting bukan  sebagai suatu pendelegasian fungsi-fungsi, melaikan bahwa setiap anggota organisasi harus bertanggungjawab sendiri untuk bagiannya.

Refleksi Unjuk Kerja

Refleksi unjuk kerja dan kemampuan untuk bekerjasama merupakan hal yang sangat penting, yaitu untuk menganalisis kebutuhan perbaikan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  • rencana dan target
  • motivasi
  • hasrat untuk melihat prospek ke depan, dan
  • komitmen profesional.

 ___________________________________________

Referensi:

Tippelt, Rudolf  dan Amoros, Antonio (2003),  Pendidikan Kejuruan Berbasis Komptensi, Kumpulan Materi Seminar: Pembelajaran bagi Para Pembelajar, Terjemahan oleh Wenny Schmidt, Mannheim-Jerman: Internationalle Weiterbildung und Entwicklung (InWEnt) gGmbH.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: